Categories: Pekanbaru

Peringati Hari Epilepsi, RS Awal Bros Gelar Webinar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka Hari Epilepsi Sedunia, Sabtu (26/3) lalu, Rumah Sakit (RS) Awal Bros menggelar webinar nasional bertajuk Perkembangan Terkini Pengobatan Epilepsi.

Webinar nasional kerja sama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perdossi Cabang Pekanbaru ini menghadirkan pembicara Nasional Prof Dr dr Zainal Muttaqin PhD SpBS(K) dan dr Yuriz Bakhtiar PhD SpBS(K) FINPS. Selain itu terdapat juga pembicara dari RS Awal Bros Prof Dr dr Dedi Afandi DFM SpFM(K), dr Trunojoyo Soeranggayoedha SpS, dr Ismet SpA, dr Donny Albertha SpRad dan dimoderatori oleh dr Jeremia Prasetya SpBS dan dr Wilasari Novantina SpN.

Marketing Komunikas RS Awal Bros dr Engga Demartha menjelaskan, selain Webinar Nasional, RS Awal Bros juga menggelar edukasi bagi masyarakat awam mengenai penyakit epilepsi. "Edukasi yang ditayangkan di media sosial Awal Bros yakni Instagram Halo Awal Bros dan Channel Youtube Halo Awal Bros. Selain mendatangkan para pakar, juga mengundang pasien pasien epilepsi untuk berbagi cerita pengalaman mereka," katanya, Selasa (29/3).

Ia memaparkan, sebelumnya, RS Awal Bros telah berhasil melakukan operasi bedah epilepsi yang dilakukan di RS Awal Bros Batam dan Pekanbaru. "Penanganan terkini di bidang penyakit epilepsi ini merupakan salah satu inovasi yang diberikan oleh RS Awal Bros untuk membantu pasien-pasien epilepsi untuk yang tidak terkontrol dengan obat," paparnya.

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak yang menyebabkan kejang secara berulang pada penderitanya. Epilepsi dapat terjadi pada anak dan dewasa. Dalam praktek sehari-hari kita harus tahu bagaimana penanganan bagi pasien-pasien epilepsi, dikarenakan perlu penanganan dan terapi khusus agar kejang tidak berulang dan mengalami kekambuhan.

Ia mengungkapkan, menurut penelitian, terdapat sekitar 20-40 persen penderita epilepsi yang sulit dikendalikan dengan obat anti epilepsi (OAE). Pada keadaan ini bedah epilepsi  dapat dijadikan pilihan  pengobatan. Tindakan bedah epilepsi ini dikerjakan oleh sebuah tim yang terdiri dari dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis saraf, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi dan tim-tim lain yang mendukung.

Bedah epilepsi terbukti memberi manfaat berupa bebas kejang pada 70 persen orang dengan epilepsi  refrakter, dan hanya 20 persen lainnya mengalami perbaikan dan berubahnya bentuk serangan menjadi lebih ringan. "Rumah Sakit Awal Bros selalu berinovasi dan mengembangkan layanan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," ujarnya.(anf)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago