Categories: Pekanbaru

Travel Gelap Marak dan Terkesan Dibiarkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Keberadaan tarvel gelap saat ini sangat mudah dijumpai dibeberapa titik di Kota Pekanbaru. Di antaranya di simpang empat Garuda Sakti, Jalan HR Soebrantas, Panam, simpang Jalan Imam Munandar. Padahal sudah jelas keberadaan travel gelap ini menyalahi aturan, tetapi masih saja dibiarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Manajemen Rekayasa Lalulintas Dishub Kota Pekanbaru, Edy Sofyan mengatakan, itu bukan menjadi kewenangan dari Dishub Kota Pekanbaru, tetapi sudah menjadi kewenangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Ini harus kami inventarisir ulang. Saat ini kami belum ada melakukan eksis di lapangan. Saat ini kami sedang fokus dalam mengatur kemacetan. Tarvel gelap ini kan sejak ada angkutan online itu. Angkutan online itu kan juga termasuk travel gelap, karena tidak ada izinnya," sebutnya.

Lebih jauh, soal penertiban travel gelap yang marak terjadi itu bukan lagi menjadi bidang atau kewenangan Dishub Kota Pekanbaru. Itu sudah menjadi kewenangan dari Kemenhub. "Itu bukan lagi menjadi kewenangan kami. Sudah menjadi kewenangan Kemenhub. Termasuk Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru," ujarnya kepada Riau Pos, Rabu (29/1).

Sementara itu, salah seorang penumpang travel, Ridwan mengatakan mungkin keberadaan travel gelap merupakan salah satu penyebab sepinya Terminal BRPS, Pekanbaru. Masyarakat lebih gampang menggunakan travel gelap tampa harus jauh-jauh pergi ke Terminal BRPS Pekanbaru yang lokasinya jauh dari pusat kota.

"Seharusnya, terminal BRPS itu dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila keberadaan travel gelap dapat ditertibkan," katanya.

Sementara itu, Ia mengungkapkan sangat mudah untuk membedakan antara travel gelap dan travel resmi. Dapat diketahui dari plat nomor yang digunakan, yang mana travel gelap menggunakan plat hitam seperti kendaraan pribadi umum. Sementara resmi menggunakan plat kuning.

"Saya merasa dilema juga. Kalau ditertibkan, sayang juga. Kenapa? Karena travel itu kan lebih simpel bisa jemput ke rumah. Kita tidak jauh-jauh lagi harus pergi ke terminal. Dan setiap simpang jalan banyak travel  seperti simpang empat Garuda Sakti, simpang Jalan Harapan Raya dan sejumlah titik lainnya," terangnya.(dof)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dari Kehilangan ke Kebahagiaan, Wako Pekanbaru Beri Motor untuk Sandro

Sandro, warga disabilitas di Pekanbaru, terharu terima motor baru dari wali kota setelah kehilangan akibat…

7 jam ago

Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

Ratusan ASN Pekanbaru resmi jadi PNS. Wako ingatkan gaji berasal dari uang rakyat dan minta…

8 jam ago

Layanan KTP di Pekanbaru Hampir Dua Pekan Gangguan, Warga Keluhkan Antrean Lama

Layanan KTP dan KIA Disdukcapil Pekanbaru terganggu hampir dua pekan. Antrean panjang terjadi, warga keluhkan…

8 jam ago

Pasca Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Pulau Kijang Dapat Bantuan Sembako

Sebanyak 106 KK korban kebakaran di Pulau Kijang mulai menerima bantuan darurat. Pemerintah fokus penuhi…

9 jam ago

Polisi Bongkar Penimbunan Solar di Pelalawan, 13,6 Ton Disita!

Polisi ungkap penimbunan 13,6 ton solar subsidi di Pelalawan. Satu pelaku diamankan bersama barang bukti…

9 jam ago

Lift Barang Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis

Lift proyek RS Santa Maria jatuh dari lantai tujuh. Tiga pekerja luka berat dan dirawat…

1 hari ago