ke-unilak-koni-bahas-kemajuan-olahraga
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Pekanbaru bersama tim Satuan Pelaksana Sentra Integrasi Atlet Pekanbaru (SIAP) Juara mengunjungi Universitas Lancang Kuning, Rabu (29/1) pagi.
Kunjungan tersebut merupakan salah agenda road show KONI dalam menjalin silaturahmi kepada seluruh elemen. Di momen itu juga pihak kampus bersama KONI melaksanakan diskusi membahas tema dunia olahraga.
"nilak menjadi kampus perdana yang dikunjungi KONI Pekanbaru. Dari sini juga banyak terlahir atlet-atlet berprestasi,"kata Ketua KONI Pekanbaru, Anis Murzil.
Anis menyadari bahwa KONI selaku organisasi yang ditunjuk membina olahraga tentu harus mengembangkan sayap dalam dunia olahraga tersebut. "akanya dilakukan kunjungan kemitraan kepada seluruh cabang olahraga dan juga pihak kampus, sebagai penyambung silaturahmi dan juga koordinasi,"ungkapnya.
Di momen tersebut, dia juga memaparkan proyeksi dan target-target yang akan berjalan. Pada tahun 2015, KONI menyebutnya sebagai tahun konsolidasi, kemudian tahun 2019 mereka menamakan tahun seleksi. "ada tahun 2019 kita dapatkan data atlet Pekanbaru melalui pekan olahraga yang kita gelar,"jelas Anis lagi.
Dikatakan dia, di momen itu KONI mempertandingkan 3.600 atlet. Artinya, KONI memiliki stok atlet 3000-an dengan 33 cabang olahraga. "ari gelaran itu kita sudah punya data mereka, terutama yang dapat emas, perak dan perunggu,"jelasnya.
Kemudian, tahun 2020 KONI Pekanbaru menamainya dengan tahun sentralisasi, yaitu tahun pemusatan latihan untuk menyongsong Porprov 2021 di Kabupaten Kuansing.(*1)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…