Categories: Pekanbaru

Helikopter Bantuan KLHK Tiba di Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Satu unit helikopter bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berjenis Bell 412 EP dengan nomor register PK URA telah tiba di Riau. Helikopter tersebut merupakan bantuan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Edy Afrizal mengatakan, saat ini helikopter tersebut berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Dimana helikopter tersebut diproyeksikan untuk melakukan patroli udara untuk membantu karhutla. "Satu unit helikopter bantuan dari KLHK sudah tiba di Riau sekitar pukul 14.30 WIB tadi," kata Edy Afrizal kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, selain untuk melakukan patroli udara, helikopter tersebut jika diperlukan bisa juga untuk kegiatan water boombing dengan kapasitas bucket 1.200 liter.

"Jika diperlukan juga bisa untuk melakukan water boombing, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau," ujarnya.

Selain dari KLHK, pihaknya saat ini juga sedang menunggu bantuan helikopter untuk penangangan karhutla dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena surat usulan sudah dikirimkan beberapa waktu lalu.

"Kami juga masih menunggu bantuan helikopter dari BNPB, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera datang. Agar saat terjadi karhutla bisa langsung ditangani," harapnya.

Bantuan helikopter tersebut, demikian Edy, setelah Pemprov Riau bersama instansi terkait resmi menetapkan status siaga darurat karhutla tingkat Provinsi Riau. Status siaga darurat karhutla tersebut ditetapkan per 21 Maret hingga 30 November 2022.

Dimana sebelum menerapkan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi, sudah ada tiga kabupaten yang menetapkan status siaga darurat karhutla terlebih dahulu. "Tiga kabupaten tersebut yakni Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Pelalawan," ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di lahan maupun hutan yang menggunakan api dapat lebih waspada. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

"Masyarakat yang membuka lahan, hendaknya jangan membakar. Kemudian yang mencari madu di hutan, pastikan api untuk mengusir lebah padam sebelum ditinggalkan," sebutnya.(sol)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Hujan Deras di Batam, Material dari Bukit Gundul Hantam Jalan Baloi

Hujan deras di Baloi Batam picu banjir lumpur dan kayu gelondongan dari bukit gundul, jalan…

3 jam ago

Sampah Plastik Kepung Pantai Padang, Minta Penanganan Serius

Tumpukan sampah plastik kepung Pantai Padang di sekitar Masjid Al-Hakim, wisatawan soroti kebersihan kawasan wisata…

3 jam ago

Parkir Sembarangan di Flyover Kelok 9, Pengendara Disanksi Push Up

Satlantas Polres Limapuluh Kota beri sanksi push up bagi pengendara yang parkir sembarangan di Flyover…

6 jam ago

Beli RoaMax Umrah Telkomsel, Bonus Voucher Kuliner Nusantara di Makkah

Telkomsel hadirkan RoaMax Umrah kuota 70 GB hingga 17 hari plus voucher kuliner Nusantara di…

6 jam ago

The Premiere Hotel Hadirkan “Resapi Ramadan”, All You Can Eat Rp198 Ribu

The Premiere Hotel Pekanbaru hadirkan program Resapi Ramadan dengan konsep All You Can Eat dan…

6 jam ago

Ramadan di Rumbai Makin Semarak, 99 Asma’ul Husna dan 25 Nama Nabi Terangi Jalan Sembilang

Ratusan lentera Asma’ul Husna dan nama nabi terangi Jalan Sembilang Rumbai, jadi tradisi Ramadan yang…

8 jam ago