PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Iven Bele Kampung di Desa Wisata Buluh Cina, Siak Hulu, Kampar berhasil menyita perhatian masyarakat setempat. Pada acara ini turut dimeriahkan dengan permainan rakyat yang sudah jarang dapat ditemukan.
Art Director iven Bele Kampung Fachrozi Amri menjelaskan, pada iven ini juga telah dilangsungkan program peningkatan kapasitas, yaitu Coaching yat lainnya serta lokakarya untuk menampilkan produk-produk masyarakat. “Masih ada acara memasak galamai dan konser lintas seni sebagai penutup iven ini,” tambahnya.
Iven Bele Kampung Buluh Cina tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Untuk diketahui, program Bele Kampung yang diusulkan oleh Yayasan Begawai Riau Independen lulus dan menjadi bagian dari program pendayagunaan ruang publik Dana Indonesia Kemendikbud Ristek Tahun 2023, yang direalisasikan di tahun 2024.
Secara konsep, Bele Kampung merupakan sebuah iven yang mengakomodir berbagai kegiatan tradisional asli Riau, dikolaborasikan dengan edukasi bagaimana melestarikan, menjaga, dan mempertahankan berbagai tradisi dan alam di kampung halaman.
Tujuh masyarakat adat di Riau turut serta dalam kegiatan ini, dan akan terlibat dalam penampilan tradisi serta permainan rakyat yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bele Kampung di Desa Buluh Cina selama tiga hari ke depan.
Ketua Yayasan Begawai Riau Independen Benie Riaw, menjelaskan pada dasarnya iven Bele Kampung dilatarbelakangi oleh semangat dan cinta kampung halaman yang direpresentasikan dalam berbagai rangkaian kegiatan tradisional yang memang melekat dengan kampung halaman.
“Selama ini kita merasa punya tanah. Setiap orang selalu ingin pulang kampung, tapi kita tak benar-benar tahu apa esensi dari kampung halaman itu. Makanya kami menghadirkan berbagai kegiatan tradisional di sini sehingga esensi dari kampung halaman itu lebih mengena,” tuturnya.
Dulunya, kegiatan Bele Kampung dilakukan untuk membersihkan kampung dari hal gaib maupun nyata, agar terhindar dari segala bencana, marabahaya, wabah penyakit, dengan mengharapkan limpahan rezeki kepada seluruh warga yang menghuni kampung tersebut.
“Kami harap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk kegiatan Bele Kampung selanjutnya,” katanya.
Adapun beberapa isu strategis yang diangkat dari kegiatan Bele Kampung ini, yakni; perubahan iklim atau pemanasan global atau bencana ekologis, isu terkait Karhutla dan deforestasi hutan, abrasi dan rehabilitas zona mangrove, kearifan lokal komunitas adat di Provinsi Riau, pencemaran lingkungan dari sampah domestik, berubahnya orientasi pemanfaatan hutan adat, dan meningkatkan kesadaran ekologis.(sol)


