Kasi Kesos Kecamatan Rumbai Pesisir Umbarani Dewi MPd (kiri) menyerahkan door prize kepada peserta sosialisasi, di aula Kantor Camat Rumbai Pesisir, Senin (27/5/2019). (AGUSTIAR/ RIAU POS)
PEKAN BARU ( RIAU POS. CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mewacanakan 2025 Pekanbaru Zero (nol) sampah rumah tangga. Hal ini sudah dimulai dengan pemko membangun bank sampah di setiap kecamatan dan menetapkan dua bank sampah induk. Sampah dipilah dan diolah menjadi rupiah.
Seperti yang dilakukan Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Rumbai Pesisir, Senin (27/5). Kecamatan ini menggelar sosialisasi peningkatan kesejahteraan anggota PKK melalui program ‘’Basah’’ (bank sampah), di aula Kantor Camat Rumbai Pesisir.
Kasi Kessos Kecamatan Rumbai Pesisir Umbarani Dewi MPd mengaku senang dengan tingginya antusias warga yang mengikuti sosialisasi ini. Sebab, akan banyak manfaatnya bagi warga itu sendiri. Selain membuat lingkungan bersih, juga bisa menghasilkan uang.
‘’Bank sampah di tempat kita ini (Rumbai Pesisir, red) kan baru. Makanya kami sosialisasikan kepada masyarakat anggota PKK. Tujuannya agar masyarakat mengerti, bahkan bisa menghasilkan uang lagi,’’ kata Umbarani usai acara kepada wartawan.
Dijelaskan, untuk bank sampah ini nanti akan aktif usai Idulfitri. Teknisnya sampah akan diambil setiap hari Kamis setiap pekannya. Bahkan akan digelar diklat tentang sampah ini.
‘’Di Rumbai Pesisir memang kami tidak menyiapkan tempat khususnya. Karena setiap sampah unorganik yang diantar warga, langsung diambil pihak DLHK Pekanbaru. Begitu teknisnya ke depan,’’ tambah Umbarani.
Disinggung mengenai harga sampah ini nanti, tidak ditetapkan. Karena ini nanti akan dihitung oleh bank sampah induk di Kecamatan Tampan.
‘’Setiap warga yang mengantarkan sampahnya, akan dikasi buku tabungan bank sampah,’’ sebutnya lagi.
Sementara itu, pembicara dari Bidang Pengurangan dan Pemanfaatan Bank Sampah DLHK Pekanbaru Een BS menjelaskan, warga yang mengikuti program bank sampah ini, sangat banyak manfaatnya. Untuk nilai ekonomisnya, dalam satu tahun, dari sampah ini bisa menghasilkan uang Rp1,2 juta.
‘’Karena bank sampah ini akan mengambil sampah rumah tangga. Bank sampah ini juga membantu masyarakat. Karena berapa pun tetap ditulis/beli. Bank sampah kecamatan ini hanya buka sepekan sekali,’’ paparnya.
Saat ini, lanjut Een, di setiap kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru sudah memiliki bank sampah. Termasuk juga beberapa rumah sakit swasta.
‘’Kalau kita hitung, sudah 5.000 nasabah bank sampah ini. Paling murah sampah plastik Rp200 sekilogra,,’’ terangnya.
Sesuai program Pemko Pekanbaru, keberadaan bank sampah ini harus terus bergulir. Karena ditargetkan pada tahun 2025 mendatang, Kota Pekanbaru bebas sampah.
‘’Kami akan terus bersosialisasi sampai masyarakat mengerti dan peduli serta sampah bisa menjadi pendapatan tambahan,’’ tuturnya.(rnl)
Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…
Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…
Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…
Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…
Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli