Donor Darah Apheresis Diperlukan saat Musim Penghujan
PEKANBARU (RIAU POA. CO) — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru menyebut keperluan donor darah apheresis sangat ditunggu terutama memasuki musim penghujan.
Saat itu penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti berkembang biak.
‘’Itu tidak terlalu banyak. Cuma saat musim hujan demam berdarah itu harus diantisipasi karena kemungkinan bisa terjadi,’’ ujar Ketua PMI Kota Pekanbaru M Noer kepada Riau Pos.
Proses pengambilan darah apheresis sendiri menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti sel darah merah (trombosit), sel darah putih atau plasma darah. Menurut M Noer, komponen darah lain yang tidak diperlukan, akan dikembalikan ke tubuh si pendonor kembali.
‘’Atas rekomendasi dokter ada pasien yang memerlukan darah apheresis atau hemoglobin yang sangat rendah. Baru kami ambil tindakan,’’ ujarnya.
Satu kantong darah apheresis, lanjut M Noer, nilainya sama dengan sepuluh kantong darah biasa. Untuk satu kantong donor darah biasa harganya sekitar Rp340 ribu. Jadi, satu kantong darah apheresis bisa mencapai Rp3,4 juta. ‘’Setelah menerima donor ini, biasanya hb pasien naik,’’ ungkapnya.
Salah satu perbedaan antara donor biasa dengan donor apheresis ialah waktunya. Yang mana, donor biasa hanya memakan waktu delapan sampai sepuluh menit. Sedangkan donor apheresis bisa mencapai 80-90 menit atau 1,5 jam. ‘’Tentunya butuh fisik yang kuat dan kesiapan mental juga,’’ sambungnya.
Donor darah tidak hanya soal orang tahu atau tidak, tetapi lebih pada keperluan pada oang yang sedang sakit.(*1)
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…