Categories: Pekanbaru

Curigai Investor

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pengamat perkotaan Mardianto Manan angkat bicara soal polemik pasar induk ini. Kepada Riau Pos ia mengatakan tentang adanya kecurigaan atau dugaan investor pembangunan pasar induk bodong.

“Dicurigai investor tersebut bodong atau bahasa sininya icak-icak. Dicurigai ya. Bukan menuduh. Maka dari itu pemerintah harus meninjau ulang. Jangan seperti pembangunan Kaca Mayang dulu. Investor dari luar negeri Singapura ternyata bodong,” ungkap Mardianto, Senin (24/2).

Ia menjelaskan, investor seharusnya sudah berpikir tentang pembangunan pasar induk secepatnya karena masa kontrak yang teramat panjang. Sampai 30 tahun.

“Masa sampai sekarang tak selesai. Misal dari amdal yang di dalamnya ada drainase, lintasan jalan, rekayasa lalu lintas, parkir, tinja, pintu masuk, pintu keluar dan lainnya. Artinya nafsu besar tapi tenaga kurang,” ujarnya.

Menurutnya, ketika diberi pendelegasian atau wewenang oleh pemko untuk mengerjakan pasar induk, investor tak sanggup mengerjakan. Ia memberi contoh drainase yang diminta oleh warga sekitar tak bisa dibangun investor. Belum lagi masalah pembuangan limbah di mana lokasi pasar induk dikepung perumahan warga.

“Dengan demikian kita jadi ragu-ragu. Ini investasi atau barang yang sudah basi? Rasanya kalau dia investor yang serius apalagi mengeluarkan biaya yang begitu banyak, masa kontrak sekian puluh tahun dibiarkan terbengkalai,” ucap Mardianto.

Ia berharap investor pasar induk benar-benar perusahaan yang profesional. “Sebab investor yang menanamkan pasti orang berinvestasi. Kebetulan bidangnya pasar induk. Itu BOT (building operate transfer) dalam waktu 30 tahun. Ketika sudah masuk ke tahun 31 diserahkan kepada pemerintah atau ditransfer,” sebutnya.

Dia menilai, lokasi pembangunan pasar induk cenderung datar. Tak ada naik turun bukit.

“Jika flat begitu dan terjadi hujan, maka akan tergenang. Bisa mengganggu pada pasar. Apalagi jika pasar menimbun. Di saat itulah limbah mengalir ke perumahan sekitar. Maka dari itu masyarakat demo karena gamang,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar pemko harus memanggil ulang investor untuk mencari kepastian. “You siap atau tidak?” katanya.(s)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

6 jam ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

9 jam ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

9 jam ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

10 jam ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

10 jam ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

10 jam ago