Categories: Pekanbaru

Daging Segar Hilang di Pasar

(RIAUPOS.CO) – Kios-kios daging di beberapa pasar tradisional di Pekanbaru terlihat sepi dari aktivitas jual beli, Sabtu (26/3). Bahkan, tak tampak daging sapi yang biasa digantung di kios tersebut. Ternyata, beberapa pedagang daging sapi di Pekanbaru melakukan aksi mogok berjualan.

Hal ini dikarenakan stok sapi tidak tersedia dan harga tinggi akibat adanya informasi sapi dari luar provinsi dilarang masuk ke Riau untuk mengantisipasi penyebaran penyakit lumpy skin desease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada sapi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, mogoknya para pedagang daging sapi dikarenakan faktor harga, di mana modal yang dikeluarkan oleh para pedagang untuk mendapatkan pasokan daging sapi cukup tinggi.

Selain itu, kata Ingot para pedagang juga memilih berhenti berjualan sementara waktu lantaran tidak adanya pasokan daging dari rumah potong hewan. Pihaknya juga berjanji akan segera berkomunikasi dengan Bulog dan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan, termasuk dari wilayah pemasok.

"Jadi modal daging sapi saja sudah menyentuh Rp130-Rp150 ribu per kilogram. Mereka mau jualnya kepada konsumen pasti harus di atas itu. Kita akan segera membahas permasalahan ini agar jelang Ramadan nanti para pedagang tetap bisa berjualan," tegasnya.

Pantauan Riau Pos, Sabtu (26/3) di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru seperti Pasar Dupa, Pasar Cik Puan hingga Pasar Pagi Arengka, tampak kios pedagang daging sapi sepi dari aktivitas jual beli. Bahkan, tak satu pun kios yang sebelumnya dipenuhi puluhan kilogram daging sapi yang digantung hingga diletakkan di atas meja, kini tak tampak dijajakan oleh para pedagang.

Hanya ada beberapa pedagang yang membereskan lapak dagangan mereka, sembari menunggu informasi ketersediaan daging sapi di tingkat peternak. Salah seorang pedagang Rahmad mengaku, dirinya terpaksa harus ikut mogok jualan karena stok daging sapi yang tak kunjung dikirim oleh para peternak sapi dan juga kerbau. "Ya kalau begini mau sampai kapanlah kami tidak berjualan, stoknya tidak ada. Apalagi ini mau dekat Ramadan," ujarnya.

Sementara itu, pedagang daging yang biasa berjualan di Jalan Srikandi Pekanbaru, Reno mengatakan, ia tidak berjualan daging dikarenakan rumah pemotongan hewan per hari Sabtu (26/3) tidak lagi melakukan pemotongan sapi atau kerbau. Alasannya karena stok sapi dan kerbau tidak tersedia lagi.

"Rumah potong tidak menyembelih, katanya stoknya kosong. Tidak ada dikirimi sapi dari Lampung, takut ada penyakit LSD katanya," ujar Reno.

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

12 jam ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

2 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

2 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

3 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

3 hari ago