PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia ditunjuk sebagai lembaga yang mengelola,mengembangkan dan menyusun strategi dalam penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Salah satu prestasi terbaru dari LPPM adalah mengantarkan kinerja penelitian IBT Pelita Indonesia naik kelas menjadi madya.
Hal itu membuat beberapa perubahan yang signifikan terhadap pola dan skema penelitian yang dapat dilakukan oleh para dosennya. Dikatakan Ketua LPPM IBT Pelita Indonesia, Dr Yenny Desnelita SKom MKom, pihaknya juga akan mengadakan workshop penyusunan proposal hibah penelitian dan pengabdian secara online. "Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2020, dengan menghadirkan nara sumber Prof Dr Ratni Prima Lita SE MM, dari Universitas Andalas. Workshop diikuti oleh 20 orang dosen yang telah menyiapkan proposal penelitian dan pengabdiannya untuk direview oleh nara sumber," ujarnya.
Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin. Ke depannya, pimpinan IBT Pelita Indonesia berharap, agar kinerja penelitian dan pengabdian IBT Pelita Indonesia dapat naik ke klaster yang lebih tinggi.(lim)
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.