Categories: Pekanbaru

Pengamat: Pemko Latah, PSBB Berlaku Bantuan Belum Disalurkan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru telah bergulir. Namun, bantuan pokok untuk masyarakat miskin dan rawan miskin hingga hari ketujuh belum juga tiba.

Hal ini menjadi problematika yang kompleks, ditengah larangan aktivitas masyarakat namun belum ada sama sekali realisasi dari wacana bantuan dari Pemko Pekanbaru tersebut.

Pengamat kebijakan publik, Khairul Amri menyebut bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini dinilai latah. Artinya, kebijakan yang sudah direalisasikan semestinya sudah matang persiapannya.

"Kebijakan PSBB inikan kebijakan darurat, kebijakan menyikapi kondisi darurat Covid-19, nah kalau begini seharusnya segala persiapan sudah siap. Mengapa saya bilang latah? Karena sampai saat ini Pemko masih mendata terus, realisasi belum, masyarakat miskin dan rawan miskin butuh bantuan tersebut, setidaknya kebutuhan pokok lah," kata Khairul Amri, MSi kepada Riau Pos, Kamis (23/4).

Seharusnya, dalam hal ini, kalau situasi darurat tidak bisa dengan birokrasi yang berbelit. "Kasihan masyarakat," ujarnya.

Dikatakan Khairul, sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru telah berkomentar soal jumlah masyarakat yang akan dibantu. Namun sampai hari ini realisasi tersebut masih kabur, sehingga kepercayaan publik terhadap hal itu juga menurun.

"Harusnya bantuan itu sudah bisa dikucurkan, bisa sembako atau bantuan langsung tunai (BLT). Sekarang bantuan macam hantu, padahal publik sudah berpresepsi jika PSBB pasti sudah siap," kata Dosen Universitas Riau ini.

Disisi lain, soal penutupan sejumlah ruas di ibu kota Riau, Khairul mengapresiasi langkah tersebut. Menurut dia hal ini adalah langkah bagus yang terstrategi dengan baik antara pemko dan aparat.

"Sedikit banyaknya ini akan mempengaruhi mobilitas masyarakat, aturan yang mau lewat 1000 orang, turun jadi 200 misalnya. Karena mereka malas keluar, jalanan ditutup, seperti itu," kata dia.

Namun kebijakan penutupan ruas jalan itu kalau bisa jangan malam saja, namun siang juga. Lantaran penyebaran virus juga tak mengenal waktu.

"Sebenarnya PSBB Pekanbaru ini lucu, gak ada bedanya dengan Social Distancing biasa, sebab masih banyak aktivitas yang luput di siang hari, ini jangan cuma bergeming saja, penerapan harus maksimal," ujarnya.(*1)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago