Categories: Pekanbaru

Belasan Sekolah Swasta Dinilai Langgar PTM, Ini Teguran Kadisdik Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Teguran kembali dilayangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru kepada belasan sekolah swasta yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) melebihi waktu yang diperbolehkan. Saat ini, durasi PTM terbatas diatur hanya maksimal empat jam.

Sejumlah sekolah swasta di­dapati melanggar dari durasi jam belajar yang telah ditentukan. Bahkan ada beberapa sekolah swasta yang coba-coba menerapkan PTM secara full day. Hal ini dikhawatirkan bisa meningkatkan potensi penularan Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Senin (22/11)  tidak menampik kondisi ini. Dikatakan Ismardi bahkan didapati ada sekolah yang menerapkan PTM terbatas seperti hari biasanya sebelum pandemi Covid-19.

"Sejak kami buka PTM sudah ada belasan sekolah yang kami tegur. Ada yang tidak disiplin terhadap prokes. Ada yang buka bagian swasta itu mereka buka seperti sekolah, ada yang full day," terang Ismardi.

Menurutnya, tim pengawas dari dinas pendidikan banyak menemukan fakta di lapangan terkait pelanggaran prokes. Pihaknya menindak tegas pihak sekolah yang melanggar prokes. Sanksi teguran pun telah diberikan kepada belasan sekolah ini. Sanksi teguran juga diikuti dengan surat perjanjian dari Satgas Covid-19 Pekanbaru.

"Kalau pelanggarannya parah itu kita ikuti dengan surat perjanjian, agar mereka tidak mengulangi nya lagi. Tapi kalau mereka tidak juga patuh, kami laporkan ke satgas kota. Kalau perlu kami cabut izin PTM nya," jelas dia.

Dirinya mengimbau agar pihak sekolah tetap disiplin mengikuti prokes. Sekolah tidak boleh abai dalam menjalankan SOP PTM terbatas. Pihaknya melalui tim pengawas rutin melakukan pengawasan secara mobile ke lapangan.

Ia juga memastikan sejak PTM terbatas dimulai belum ada pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Begitu juga dengan tenaga pendidik yang terpapar dari lingkungan sekolah belum ada," singkatnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

2 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

2 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

1 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

1 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

1 hari ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

1 hari ago