Satu unit ekskavator mengeruk sedimen yang ada di drainase Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, beberapa hari lalu. ((EVAN GUNANZAR/RIAUPOS.CO))
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memaksimalkan upaya normalisasi drainase dan anak sungai. Pasalnya hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir, membuat sejumlah ruas jalan digenangi air.
Sejumlah ruas jalan yang digenangi air memiliki ketinggian bervariasi. Mereka menilai genangan air terjadi di sejumlah ruas jalan rata-rata karena adanya pendangkalan parit atau drainase.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, banyak ditemukan parit yang memiliki sedimen tinggi akibat adanya pasir maupun sampah yang menyumbat.
”Ada pendangkalan parit, dan tinggi sedimen seperti pasir serta sampah yang banyak di dalam parit,” ujar Edward Riansyah, Ahad (21/4).
Menurutnya, normalisasi terus dilakukan pada sejumlah parit jalan dan lingkungan. Mereka melakukan normalisasi melalui pasukan kuning dan bantuan alat berat. Mereka membersihkan sampah hingga mengeruk sedimen guna memperdalam dan memperlancar aliran parit.
Ia menyebut, bahwa normalisasi ini dilakukan setiap hari dan berkelanjutan. Normalisasi dilakukan sebagai penanganan jangka pendek dalam mengatasi banjir.
”Normalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari Pemko Pekanbaru dalam menangani banjir. Normalisasi terus dilakukan,” terang Edu, sapaan akrabnya.
Saat ini pihaknya tengah melakukan normalisasi parit di sepanjang Jalan Arifin Ahmad. Normalisasi dilakukan terhadap dua sisi parit jalan. Edu menyebut, ada sekitar 3 kilometer masing-masing sisi kiri dan kanan parit yang dilakukan normalisasi.(ilo)
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…
AI membantu kerja jurnalistik, tetapi jurnalis tetap wajib menemukan, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan fakta di tengah…
BGN menghentikan sementara 129 SPPG, termasuk 15 di Riau, karena belum memiliki Surat Penetapan KPM…
Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…
Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…