Categories: Pekanbaru

UMK 2022 Kota Pekanbaru Diusulkan Rp3,069 Juta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru mengajukan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2022 ke Pemerintah Provinsi sebesar Rp 3,069 juta. Jika di setujui maka perusahaan wajib memperlakukannya mulai Januari 2022.

Kepala Disnaker Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Ahad (21/11) mengatakan, pihaknya telah mengajukan UMK tahun 2022. Dari jumlah yang diajukan ada kenaikan sebesar 2,39 persen dibandingkan tahun lalu.

"Kami menunggu persetujuan dari pemerintah provinsi. Jika disetujui akan kami umumkan segera," kata dia.

Kenaikan UMK Pekanbaru ini seiring dengan telah ditetapkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau  yang naik 1,7 persen. Kondisi ini mengacu pada pertumbuhan ekonomi, inflasi serta konsumsi rumah tangga masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pekanbaru.

Jamal menyebut, kenaikan UMK Pekanbaru telah diputuskan bersama dewan pengupahan yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, badan pusat statistik, perwakilan pengusaha dan serikat pekerja atau buruh.

"UMK sekarang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu UMK ditetapkan melalui survei, dan sekarang terpengaruh oleh inflasi dan menggunakan data BPS," terangnya.

Sementara UMK Pekanbaru tahun 2021 sebesar 2,99 juta. Jamal mengingatkan agar seluruh perusahaan bisa mengikuti UMK bagi karyawannya. Karyawan yang telah bekerja selama satu tahun di perusahaan tersebut wajib mendapatkan UMK.

Disnaker Pekanbaru juga melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Bagi yang melanggar, dikatakan Jamal bakal diberikan sanksi administrasi.

"Silahkan lapor ke Disnaker bagi karyawan yang tidak dapat gaji sesuai UMK. Kami akan tindaklanjuti terhadap perusahaannya," tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

13 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

14 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

1 hari ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

1 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

1 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago