PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga yang bermukim di kawasan pembangunan Villa Putri Duyung, di Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru kembali mengeluhkan kondisi lingkungannya. Paska mulai dibangun proyek villa tersebut setahun terakhir ini, lingkungan warga turut terdampak banjir.
"Sejak ada pembangunan, kami sering kebanjiran. Rumah warga dan jalan retak akibat getaran pembangunan tiang pancang villa tersebut," kata Ketua RT 05 RW 06 Tangkerang Barat Zul Akmal kepada Riau Pos, Sabtu (10/10/2020).
Zul mengaku, sebelumnya sudah sempat melakukan tiga kali pertemuan dengan pimpinan Green Forest, pengembang proyek villa putri duyung tersebut. Namun hingga kini, keluhan warga terkait dampak lingkungan itu belum juga terealisasi.
"Sudah 3 kali kita pertemuan, namun tak ada hasil. Saat itu kami dijumpakan dengan pimpinan atas nama Sujono dan dimediasi oleh camat, namun janji sekedar janji untuk pelebaran parit yang mengantisipasi banjir ini," ungkapnya.
Dijelaskannya, dalam hal ini warga tak ada niatan untuk menghalangi pembangunan ini. Namun mereka ingin keluhan warga terkait dampak lingkungan itu dapat diantisipasi oleh pihak pengembang proyek miliaran rupiah tersebut.
"Yang pertama kita ingin parit itu dilebarkan untuk antisipasi banjir. Kemudian rumah dan jalan retak mesti diperbaiki. Serta dampak lingkungan lain yang timbul, itu saja," pintanya.
Pada Sabtu (10/10/2020) pagi, warga kembali mendatangi kantor pemasaran villa tersebut untuk menagih janji. Disana puluhan warga ini disambut oleh Rudi Ucok, salah satu pihak pengembang dilokasi.
Dihadapan warga, dia mengatakan bahwa atas nama Sujono yang dicari warga sedang tidak berada di lokasi. Namun dirinya menjelaskan kepada warga bahwa terkait keluhan itu pihaknya telah membahas dan membuat desain saluran yang cocok dengan kondisi tersebut.
"Kita sudah desainkan pembangunan (untuk keluhan itu, red), agar saluran itu tahan lama. Bisa bermanfaat untuk green forest dan bermanfaat bagi lingkungan warga," tuturnya di lokasi.
Dirinya berjanji kepada puluhan warga yang datang akan membangun pelebaran saluran tersebut pada pertengahan November.
Laporan: Panji Ahmad Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Afiat Ananda

