PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pria berinisial B (43), akhirnya dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh orangtua korban pencabulan. Sejak sepekan lalu tepatnya Selasa 13 Oktober, B yang bekerja sebagai sopir telah ditahan di Polresta Pekanbaru.
Sementara saat ini status korban masih siswi kelas II SMA di salah satu sekolah di Pekanbaru. Orangtua korban An (41) kepada Riaupos.co menyebut, kejadian itu terjadi di rumah neneknya di Jalan Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru.
"Sekarang kan lagi Covid, jadi anak saya itu ingin ke rumah nenek. Saya antarkan lah ke sana. Nah, di sanalah pelaku yang bekerja sebagai sopir dari abang saya melakukan cabul," terangnya.
Menurutnya, tentunya sebagai orangtua tidak terima. Dirinya pun tidak menyangka. "Dari kelas III SMP anak saya waktu itu bilang kalau sopir dari abang saya genit. Terus saya bilang kalau macam-macam bilang biar dilapor. Tapi dia diancam. Ternyata setelah begitu lama pelaku melakukan cabul seperti memegang payudara dan menyentuh alat vital pada anak saya," ujarnya.
Seketika itu, pelaku sempat dipanggil kemudian dilakukan penangkapan. "Awalnya dibawa ke Polsek Tampan, kemudian diarahkan melapor ke Polresta Pekanbaru. Sudah sepekan lah ditahan di sana," paparnya.
Kapolres Pekanbaru Kombespol Nandang Mumin Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, benar pelaku B telah ditahan. "Sudah kami tahan. Berdasar penyidikan, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban yang masih di bawah umur. Di mana itu dilakukan B di ruang tamu dengan meraba-raba badan korban," ungkapnya.
Tindakan bejat itu, B dijerat pasal 81 atau Pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…
Pemutakhiran data nasional membuat 6.125 peserta PBI JKN di Kepulauan Meranti dinonaktifkan. Warga masih bisa…
Pemprov Riau menyiapkan revisi Pergub pajak air permukaan dengan tiga opsi nilai air guna meningkatkan…
Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…
Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…
BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…