Categories: Pekanbaru

Ini Pendapat Pakar UIR soal Kerusakan Jalan Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai merealisasikan janjinya memperbaiki jalan kota yang rusak. Lubang-lubang jalan mulai ditambal. Yang menjadi permasalahannya adalah jalan di Kota Pekanbaru cepat sekali kembali rusak.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR), Prof Sugeng Wiyono mengatakan, secara teori, jalan rusak karena beban. Kerusakan disebabkan repitisi atau pengulangan beban. Selain itu musuh utama aspal adalah air, karena air bisa melonggarkan ikatan antara agregat dengan aspal.

Menurutnya, kerusakan yang umum terjadi di jalan-jalan dalam kota adalah karena air yang menggenangi permukaan jalan. Jalan yang sering digenangi air akan memperparah kerusakan jalan. Apalagi jika terus dilewati kendaraan, inilah yang mengawali kerusakan.

Untuk itu maka pentingnya drainase jalan itu dibuat untuk menampung air yang jatuh ke permukaan jalan. Agar air tidak menggenang di jalan, air harus dibuang dan ditampung di drainase jalan dan dialiri.

Namun pada kenyataannya, drainase pinggir jalan banyak yang tersumbat akibat sampah, pendangkalan, bahkan penyempitan. Karena drainase juga berfungsi sebagai saluran air kotor dari pemukiman penduduk di sepanjang jalan. Rumah dan kantor, bahkan komplek perumahan membuang air, ditambah kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah pada saluran drainase jalan.

Lanjutnya, ketika hujan banyak sekali jalan di Pekanbaru banjir. Pada saat banjir, kendaraan tetap melintas, ini menyebabkan kerusakan. Awalnya muncul lubang kecil. Kemudian lobang yang kecil tadi akan semakin membesar.

Dijelaskannya, salain pentingnya memperbaiki drainase, pemeliharaan jalan yang dilakukan secara berkala menjadi kunci umur jalan. "Jalan begitu dibuka untuk umum performance sudah mulai menurun," kata Sugeng Wiyono kepada Riaupos.co, Sabtu (21/11/2020).

Ditegaskannya, pemeliharaan jalan itu penting dan harus diprogramkan dengan baik, tidak boleh dianggap sepele atau dipandang sebelah mata. Dan pemeliharaan harus cocok dengan jenis ancaman kerusakan.  

"Kerusakan jalan itu bermacam-macam di antaranya berlubang, beralur, ada retak, ada pelepasan. Itu harus dilihat, pemeliharaannya harus sesuai dengan potensi kerusakan yang akan terjadi," jelasnya.

"Saya melihat program pemeliharaan jalan hanya dipandang sebelah mata. Mungkin karena pemeliharaan ini duit tidak banyak," ungkapnya.

Ditambahkannya, harusnya dilakukan pendekatan menyeluruh, mulai dari membangun sampai dengan dilewati oleh kendaraan itu harus terprogram dengan baik. Selain itu,  juga perlu dilakukan tindakan tegas oleh aparat untuk penertiban kendaraan bertonase besar masuk melewati jalan di dalam kota.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

21 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

21 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

21 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

21 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

22 jam ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago