Categories: Pekanbaru

Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Warga

TENAYAN RAYA (RIAUPOS.CO) – Kemunculan bunga bangkai suweg dengan nama latin Amorphophallus Paeoniifolius di Jalan Sumatera, Kecamatan Tenayan Raya mengejutkan warga sekitar, Rabu (20/10). Bunga bangkai dengan tinggi kurang lebih 35 centimeter dan baru tumbuh sekitar 3 hingga 4 hari tersebut tumbuh di sekitar perkaragan kebun pisang milik warga.

Arso, pemilik kebun pisang kepada Riau Pos menuturkan, asal mulanya ia menemukan keberadaan bunga bangkai tersebut di perkarangan kebun pisangnya. Arso mengaku, selama beberapa hari terakhir dirinya tidak ada mencium aroma busuk seperti bau bangkai yang kerap dikeluarkan oleh Amorphophallus Paeoniifolius saat tumbuh dan mekar.

Namun, ia merasa sedikit curiga saat melakukan pembersihan terhadap sejumlah daun pisang yang ada di sekitar kebunnya. Dan tanpa sengaja ia melihat bunga bangkai suweg tumbuh mekar dan dihinggapi kumbang kecil di bagian atasnya.

"Tadi (kemarin, red) karena hujan saya berinisiatif untuk membersihkan kebun pisang. Seperti biasa hanya memotong daun yang sudah mulai mati, tapi pas liat kebawah malah ada bunga bangkai yang mekar," ucap Arso.

Dikatakan Arso, karena dirinya merasa tidak yakin dengan kemunculan bunga bangkai tersebut, dirinya pun mengambil handphone dan memoto bunga tersebut serta membagikannya kepada sejumlah teman. Tanpa disangka, dirinya mendapatkan informasi bahwa benar tumbuhan berwarna merah kehitaman itu adalah bunga bangkai.

Bahkan menurut Arso, selama ini tidak pernah ada tanaman seperti bunga bangkai dengan jenis apapun yang hidup di sekitar tempat tinggalnya. Dan bunga bangkai tersebut menjadi bunga bangkai pertama yang tumbuh di Kecamatan Tenayan Raya.

"Ini bunga bangkai pertama kali yang ditemukan di sini. Saya tadi mencoba mencari informasi dari teman, ternyata benar ini bunga bangkai, tak disangka bisa tumbuh di perkarangan kebun saya," kata dia.

Meskipun telah tumbuh di perkarangan kebunnya. Arso tidak berniat untuk mengganggu keberadaan tanaman tersebut. Dirinya membiarkan tanaman itu hidup dan tumbuh sebagaimana mestinya, tanpa dianggu oleh tangan jahil manusia.

"Saya biarkan saja. Ya mungkin biar tidak diganggu akan saya pasang pagar kecil saja, " imbuhnya.(ayi)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

20 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

20 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

20 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

20 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

3 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago