Categories: Pekanbaru

Azwendi: Jangan Hanya dari Pemprov, Pemko Juga Harus Beri Bantuan Uang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar lebih bekerja keras lagi dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat kebingungan dengan kebijakan yang dikeluarkan. Bahkan tidak sedikit yang masih berpergian dan berkumpul di tempat keramaian. 

Permintaan itu disampaikan langsung Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi kepada Riaupos.co, Senin (20/4/2020). Menurut dia, kebijakan PSBB harus dibarengi dengan pemahaman yang masif kepada masyarakat.

"Seperti apa saja yang boleh di lakukan di tengah PSBB? Apa yang tidak boleh? Kalau melanggar apa konsekuensinya?" ujar Azwendi.

Sekretaris DPC Demokrat Pekanbaru itu juga meminta Pemko Pekanbaru tidak hanya sekadar mengurung warga dengan kebijakan PSBB. Akan tetapi yang menjadi kebutuhan warga juga harus di penuhi. Seperti janji untuk memberikan bantuan sembako kepada seluruh warga yang terdampak. Bila perlu, Pemko ikut memberikan bantuan tambahan uang tunai, sehingga uang yang diterima tidak hanya berasal dari Pemprov Riau saja.

"Pemprov Riau sudah menganggarkan untuk bantu warga Rp300 ribu. Nah, Pemko Pekanbaru  juga harus berikan bantuan uang. Jadi tidak hanya dari Pemprov Riau saja. Jika Pemprov Riau bantu Rp300 ribu ditambah dari Pemko, katakanlah sama Rp300 ribu, warga bisa dapat Rp600 ribu sebulan. Jadi cukup," sambungnya.

Selain saran di atas, Azwendi juga meminta agar pemko memperjelas masyarakat dari kalangan mana saja yang berhak menerima bantuan. Bisa dengan membuat klasifikasi penerima bantuan. Ia mencontohkan warga dengan tingkat ekonomi menengah, namun terdampak Covid-19 karena harus berada di rumah saja. Khusus untuk kategori ini, ia menyarankan agar dibantu kebutuhan pokok.

Sedangkan untuk kategori menengah ke bawah, bisa diberikan bantuan lengkap berikut uang tunai.

"Karena kan masyarakat kita kebutuhannya beragam. Kita contoh tukang jualan gorengan. Dia tidak jualan lagi. Otomatis penghasilan tidak ada. Kalau hanya dibantu sembako, susu anak bagaimana? Pampers anak bagaimana? Belum lagi kebutuhan lain yang bersifat wajib. Itu siapa yang tanggung? Sedangkan dia tidak ada pemasukan sama sekali," jelasnya lagi.

DPRD sendiri, khususnya Fraksi Demokrat, dipastikan akan berupaya mendorong Pemko Pekanbaru agar segera merealisasikan bantuan terhadap masyarakat. Karena dari infomrasi yang ia terima dari pihak RT dan RW, sudah banyak masyarakat yang mengeluh dengan dampak ekonomi yang timbul akibat kebijakan PSBB. Dia menilai pemberian bantuan terhadap warga dirasa sudah sangat genting sekali.

"Kami akan dorong pemko agar bekerja lebih keras. Yang terpenting ingat kebutuhan warga apa saja. Jangan dulu pikirkan anggaran. Berapa pun untuk masyarakat, berikan," tegasnya.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

16 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

22 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

22 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

2 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

2 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

2 hari ago