tak-kunjung-diperbaiki-halte-delima-semakin-dikhawatirkan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Semakin miring dan tiang penyangga mulai keropos. Begitulah kondisi halte Delima yang ada di Jalan HR Soebrantas.
Pantauan Riau Pos, Ahad (19/12) salah satu sisi penyangga halte condong ke Jalan HR Soebrantas, sedangkan sisi lainnya condong ke arah jalur lambat.
Tak hanya itu, sejumlah pengguna Bus Trans Metro Pekanbaru juga memilih untuk tidak menunggu di tempat duduk yang telah disediakan. Melainkan memilih untuk menunggu di atas trotoar jalan, sembari terus memperhatikan kondisi halte yang semakin rusak parah tersebut.
Salah seorang penumpang yang ditemui di halte Trans Metro Pekanbaru, Lirna mengaku, merasa takut jika harus menunggu di dalam kawasan halte tersebut. Hal ini dikarenakan sudah mulai lapuk dan keroposnya tiang penyangga yang juga dijadikan sebagai kanopi untuk penumpang bus berteduh serta tempat duduk yang sudah mulai goyang.
Bahkan, hingga kini tidak ada perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Pekanbaru terhadap kondisi halte yang hanya menunggu roboh ke badan jalan tersebut.
"Takut roboh saja kalau tetap nekat nunggu di dalam halte. Ya walaupun tempatnya terbuka, tapi kalau sampai kanopinya jatuh dan menimpa kita yang ada dibawahnya bagimana," ucap dia.
Dirinya berharap, Pemerintah Kota Pekanbaru segera melalukan pengecekan dan perbaikan terhadap halte yang sudah mulai rusak parah tersebut. Apalagi saat ini kondisi Kota Pekanbaru mulai memasuki musim penghujan dan kerap diterpa angin kencang, sehingga dapat membuat halte tumbang menimpa pengendara yang melintas.
"Ya semoga saja cepat diperbaiki agar kita pengguna halte bisa menunggu di sana dengan tenang dan nyaman," kata dia.
Sementara itu, salah seorang pedagang kaki lima, Mayang mengaku kerusakan yang terjadi pada halte Delima tersebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Namun, hingga kini hanya dibiarkan begitu saja tanpa adanya perbaikan.
Tak hanya itu, dinding halte pun kerap menjadi tempat masyarakat menempel sejumlah brosur dan poster sehingga membuat halte semakin tak terawat.
Bahkan, saat angin kencang menerpa salah satu besi kanopi, halte kerap bergoyang dan hampir patah sehingga membuat takut para pengguna halte tersebut untuk berteduh.
"Memang sudah tak terawat sepertinya ini. Kasihan sama penggunanya kalau hujan ataupun angin kencang tak ada yang berani berteduh di sana. Takut ambruk atapnya," tuturnya.(ayi)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…