Categories: Pekanbaru

Al azhar Bedah Benteng Tujuh Lapis di Depan PMPT

ROHUL (RIAU POS. CO) — Sempena pelantikan pengurus Persatuan Mahasiswa Pelajar Tambusai (PMPT) Tambusai-Rokan Hulu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri Al azhar, memberikan orasi ilmiah.

Al azhar yang menjadi penasehat, memberikan wawasan terkait Reinventing Makna Benteng Tujuh Lapis Rokan Hulu di Hotel Alfa, Pekanbaru, Ahad (19/5).

Dalam kesempatannya, Datuk Seri Al azhar, menceritakan Benteng Tuanku Tambusai atau Benteng Tujuh Lapis atau Awo Duri atau Daloe-Daloe. Disitulah Akih Muhammad Saleh melakukan pertempuran penghabisan melawan kolonial Belanda. Dari situlah sah disebut Benteng Tuanku Tambusai.

Lebih lanjut, katanya, menurut ahli strategi militer, benteng yang ada di Dalu-dalu pada zamannya di abad 19 merupakan benteng terkuat dan dikelilingi sungai dengan lebar 10 meter dan dalam 6 meter.

Disebut Awo Beduri, karena berdiri sendiri dan dipenuhi duri. Itulah menjadi benteng pertahanan. Kemudian, literatur Belanda juga menyebutnya Benteng Daloe-Daloe.

Lanjutnya, kawasan inti Benteng Tuanku Tambusai masuk dalam cagar budaya provinsi dan nasional melalui kajian dari ahli sejarawan maupun arkeolog.

‘’Kini nama Tuanku Tambusai hadir di salah satu jalan yang ada di Pekanbaru. Tepatnya di jembatan layang berseberangan dengan Jalan Jenderal Sudirman,’’ katanya.

Tuanku Tambusai, lanjutnya, pernah menjadi dosen di Belanda karena integritasnya. ‘’Maka tetap jadilah anak Tambusai yang sebenar-benarnya. Tidak menjadi konsumtif dan tidak pemalas. Lalu meski dari suku yang berbeda-beda, namun tinggal di Rohul harus bisa menjadi cermin dan kewiraan layaknya Tuanku Tambusai,’’ harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hulu Ibnu Ulia, mendukung penuh organisasi ini karena merupakan bagian sebagai penyampai informasi kepada daerah dan mereka juga yang akan melanjutkan kepemimpinan di masa yang akan datang. ‘’Diharapkan mampu dalam tugas kepengurusan dengan menjadi mahasiswa yang teladan,’’ jelasnya.

Lalu, anggota DPRD Rokan Hulu Muhammad Sahril Topan mengatakan, ke depan mahasiswa Tambusai mampu menjadi pengawas sosial kepada pemerintah untuk kebaikan Tambusai.
Selanjutnya, mahasiswa dapat menjadikan organisasi tempat diskusi untuk selalu berkontribusi demi kampung halaman.

Ketua Umum PMTP Risky Arya Subri mengatakan, pengurus periode 2019-2021 siap bersama-sama mahasiswa berpartisipasi aktif dalam memajukan Tambusai.(*3)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

4 jam ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

4 jam ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

5 jam ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

9 jam ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

12 jam ago

Konflik Lahan Memanas, Puluhan Warga Tuntut Kades Belantaraya Mundur

Puluhan warga kepung Kantor Desa Belantaraya, tuntut kades mundur dan penyelesaian sengketa lahan yang memanas.

1 hari ago