SERAHKAN SEMBAKO: Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama ST menyerahkan sembako kepada mustahik yang ditentukan oleh penyelenggara Badan Pengelola Masjid Paripurna Nurul Ibadah Tenayanraya, Sabtu malam (16/11/2019). (AGUSTIAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola masjid Paripurna Nurul Ibadah Kecamatan Tenayanraya, akhir pekan lalu berlangsung meriah dan penuh khitmad.
Menghadirkan penceramah Syaikh Ghulam Al Fatih Abdullah Al-Hafidz, panitia juga mengundang dan menghadirkan tokoh pemuda yang kini duduk di lembaga legislatif DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama ST periode 2019-2024. Ginda juga diminta memberikan sambutan dari peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW .
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, dirangkai dengan penyerahan sembako dari unit pengumpul zakat (UPZ) kepada para mustahik yang sudah ditetapkan pada, Sabtu (16/11) malam lalu.
Bagi Ginda, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru dari fraksi Gerindra, hadir dan memberikan petuah kepada khalayak ramai, khusus kaum milenial pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hal baru. Karena saat menjadi aktifis di Universitas Tri Sakti juga kerap tampil di hadapan ribuan mahasiswa/mahasiswi.
Hanya saja, kali ini dia menyampaikan bahwa makna dari Maulid Nabi Muhammad SAW itu sebagaimana diajarkan dalam Islam, adalah peringatan hari lahirnya junjungan Nabi Muhammad SAW. Dan sudah menjadi suatu yang berkembang setelah Nabi SAW wafat.
Kata Ginda, peringatannya tidak boleh hanya sekedar peringatan, akan tetapi harus diwujudkan dalam ungkapan syukur kepada Allah SWT, dan juga penghormatan kepada Nabi Muhammad atas apa yang sudah dibawa dan diajarkannya kepada umat Islam hingga saat ini.
"Kita harus dapat mengambil hikmahnya. Dan yang terpenting adalah, peringatan Maulid Nabi SAW agar menjadi benteng buat kita untuk terus menerapkan rasa syukur kepada sang Khaliq," ajak Ginda.
Kepada kaum milenial, Ginda juga mengajak untuk dapat mewujudkan Maulid Nabi ini agar bisa mengisinya dengan hal-hal yang positif dan berguna bagi banyak orang. "Anak muda juga harus ikut memahami maulid Nabi SAW ini, harus aktif dalam kegiatan keagamaan, dan menjauhi hal-hal negatif," tambahnya lagi.
Tentunya kata Ginda, dengan menjadikan Maulid Nabi SAW ini sebagai benteng dengan wujud rasa syukur, semoga harapan pemko dengan Pekanbaru Smart City yang Madani ini dapat tercapai, dengan terciptanya generasi yang islami dan qurani.
Menurut Ginda, saat ini juga di Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah mewujudkan visi misi kota menjadikan Kota Smart City yang Madani. "Ya, kita lihat saja saat ini sudah ada masjid paripurna di Pekanbaru. Baik tingkat kota, maupun kecamatan dan kelurahan. Ini wujud Pemko memfasilitasi kegiatan keagamaan," ujarnya.(gus)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…