Categories: Pekanbaru

Kekerasan Anak Menimbulkan Trauma

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) prihatian kasus kekerasan anak di Provinsi Riau masih sering terjadi. Padahal setiap anak wajib diberikan perlindungan, baik dari orang tua, guru sekolah, teman sepermainan ataupun pihak lainnya.

"Kami cukup prihatian dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi saat ini di Riau, Undang-Undang tentang Perlindungan Anak mewajibkan kita untuk melindungi," kata ketua LPAI Riau Esther Yuliani Manurung, Sabtu (16/11).

Disebutkannya, akibat kerap mendapatkan kekerasan, anak-anak akan menjadi trauma dan tidak mau bermain dengan kawan sepermainan mereka.

"Akhir-akhir ini sejumlah kasus kekerasan anak terjadi di Riau ini. Seperti contoh bully di salah satu SMP di Pekanbaru, psikologis anak menjadi tertekan akibat bully yang menimpanya, bahkan ia tidak mau sekolah lagi disana, ini artinya jiwa anak itu sensitif dengan kekerasan, ia dengan mudah trauma dengan kejadian yang menimpanya, apalagi kejadian kekerasan," katanya.

Tidak cukup sampai disitu, kasus kekerasan anak dibawah umur baru-baru ini juga terjadi di Pekanbaru, dua anak dibawah umur menjadi korban dugaan salah tangkap oleh oknum polisi, anak tersebut dipukuli, sehingga anak tersebut menjadi ketakutan dan trauma berat.

"Kasus yang disampaikan tadi menjadi perhatian semua pihak, sehingga ketua umum LPAI Kak Seto turun melihat kondisi anak yang mengalami kekerasan," katanya.

Pihak LPAI berkomitmen, akan terus mendampingi anak yang dilakukan kekerasan, pihaknya bersama psikolog anak dan advokasi akan terus mendampingi anak-anak yang mengalami kasus kekerasan.

"Ada anak yang mengalami kasus kekerasan mengatakan kepada saya, bahwa ia takut diancam jika menyampaikan kekerasan itu kepada orang lain, saya tegasnya jangan ada yang merasa takut apalagi merasan terancam, karena kita dibawah UU tentang Perlindungan Anak, bahwa anak wajib dilindungi," tegasnya.(*4)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

8 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

8 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

8 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

9 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

9 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

9 jam ago