fly-over-ska-jadi-tempat-nongkrong
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keberadaan muda-mudi yang nongkrong di fly over SKA beberapa waktu terakhir mulai dikeluhkan pengendara. Pantauan Riau Pos, Sabtu (16/10) malam tampak sejumlah muda-mudi duduk di atas sepeda motor yang diparkirkan di fly over SKA. Para muda-mudi tersebut terlihat menikmati suasana malam kota bertuah bersama pasangan dan kelompok motor mereka.
Tak jarang juga, pengendara motor dan mobil yang merasa risih dengan keberadaan mereka mencoba membunyikan klakson kendaraan mereka agar para muda-mudi turun dan tidak bergerombol di fly over SKA.
Pasalnya, motor yang diparkirkan muda-mudi di fly over SKA terlihat mempersempit ruas jalan yang ada di fly over SKA dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengendara mobil, Ardi mengaku kesal dengan keberadaan muda-mudi yang setiap hari kerap duduk di fly over SKA sembari bercanda gurau dengan teman atau pun kekasihnya.
"Biasanya yang ramai itu kalau weekend pasti dari ujung ke ujung banyak pasangan muda-mudi yang nongkrong di fly over SKA," kata dia.
Lanjut Ardi, sebenarnya fly over hanya digunakan sebagai perlengkapan jalan bebas hambatan untuk mengatasi hambatan yang terjadi di jalan. Namun, keberadaan para muda-mudi yang terlihat bermadu kasih dan nongkrong di fly over sangat membahayakan keselamatan semua pihak, baik pengendara yang melintas dan mereka.
Bahkan ia pun mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait dalam mengawasi fly over yang ada di Kota Bertuah, agar tidak disalahgunakan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
"Ya seharusnya ada pengawasan lah. Ini tidak, seakan dibiarkan saja fly over itu sebagai tempat wisata malam. Kalau sudah terjadi kecelakaan baru pemerintahan datang dengan sejumlah alasannya," ucap dia.
Ia meminta pemerintahan Kota Pekanbaru dapat segera menindak tegas para muda-mudi yang nongkrong di fly over SKA, guna memberikan rasa nyaman dan aman kepada pengendara yang melintas.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Karyadi. Menurutnya, fly over tidak dijadikan sebagai kawasan nongkrong oleh pihak manapun karena sangat membahayakan keselamatan pengendara.
Apalagi kondisi fly over yang kerap dikotori oleh tangan jahil dengan coretan serta pengambilan fasilitas umum sangat meresahkan semua pihak, termasuk juga pemerintah.(lim)
Laporan Prapti Dwi Lestari, Kota
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…