Categories: Pekanbaru

Bus Vaksin Keliling Stop Berikan Layanan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Koordinator bus vaksin keliling Dishub Pekanbaru Khairunnas mengatakan, layanan bus vaksin keliling sementara waktu dihentikan, sampai ada koordinasi untuk beroperasi lagi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

"Informasinya lagi ada sinkronisasi data vaksin, dan untuk informasi detil ini di bawah koordinasi Dinas Kesehatan kota Pekanbaru," kata Khairunnas, Rabu (16/6).

Disampaikannya lagi, mulai Rabu sampai waktu yang ditentukan lagi bus vaksin stanby menunggu arahan. "Kita siap saja untuk melaksanakan vaksinasi, karena semua terkoordinasi dengan dinas, dan tergantung kesediaanya vaksin," jelas Khairunnas.

Dikonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru dr Arnaldo Eka Putra, mengatakan, pihaknya menghentikan dahulu giat vaksin di semua tempat yang sebelumnya di-stanby-kan, baik bus keliling maupun fasilitas primer maupun rujukan, puskesmas maupun rumah sakit.

"Kita bukan tidak melakukan vaksin, tapi vaksin pertama kita stop dahulu yang saat ini dilakukan di bus vaksin maupun di layanan lainnya. Karena vaksin kita sudah mulai menipis," jelas Arnaldo.

Karena juga disebutkan Arnaldo dari lonjakan gelombang pertama yang vaksin pertamanya sudah mulai jatuh tempo untuk vaksin kedua. "Vaksin massal yang pertama itu, vaksin keduanya sudah mulai jatuh tempo, jadi ini yang mau diselesaikan dahulu baru lanjut ke gelombang berikutnya," jelas Arnaldo.

Dan untuk gelombang berikutnya, disampaikan Arnaldo menunggu vaksin datang lagi. "Karena koordinasi provinsi ke pusat vaksin belum di distribusi kan. Setelah datang nanti baru kita lanjutkan vaksin pertama untuk gelombang berikutnya," jelasnya.

Dipaparkannya, sampai 15 Juni kemarin, sudah menggunakan vaksin sebanyak 299.714 dosis atau sekitar 25.461 vial vaksin, dari jumlah 266.400 dosis vaksin yang diterima untuk program vaksinasi Pekanbaru atau 26.640 vial. Tersisa 8.460 dosis atau 847 vial lagi untuk sasaran 725.630 orang masyarakat Pekanbaru.

"Jadi kenapa kita hentikan pemberian vaksin pertama saat ini, karena kita menyiapkan dahulu vaksin kedua gelombang pertama," kata Arnaldo.

Artinya, diinformasikan Arnaldo jangan sampai nanti warga yang ingin melakukan vaksin gelombang kedua ternyata vaksinnya habis. "Sedangkan vaksin gelombang kedua belum sampai dari pemerintah pusat," paparnya.

Sampai saat ini masyarakat yang telah melakukan vaksin gelombang I, vaksin pertama berjumlah 218.371 orang. Vaksin kedua sebanyak 102.915. Artinya sebanyak 115.456 warga yang telah melakukan vaksin pertama belum melakukan vaksin kedua.

"Kita imbau kepada masyarakat yang sudah vaksin pertama di gelombang pertama untuk segera melakukan vaksin keduanya. Karena ini vaksin kedua sangat penting agar tercapai herd immunity," jelasnya lagi.

Disambung Naldo, vaksin yang tersedia di Pekanbaru sampai hari ini sekitar 847 vial atau sekitar 8.470 dosis lagi, dan ini diutamakan untuk warga yang telah melakukan vaksinasi pertama di gelombang pertama.

Untuk vaksinasi dengan bus vaksin keliling, disampaikan Naldo, akan dilakukan lagi setelah vaksin gelombang kedua dikirim oleh pemerintah pusat dan diprediksi akhir bulan ini akan sampai. "Setelah sampai nantinya baru akan kita lakukan vaksin keliling lagi," katanya lagi.

Target vaksin yang akan dilakukan sebanyak 725.630, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka Dinas Kesehatan membutuhkan  vaksin keseluruhan 112.048 vial, artinya Pekanbaru masih membutuhkan sekitar 86.587 vial vaksin.

"Target kita Desember akhir ini sudah bisa terealisasikan," harapnya.

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

3 menit ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

10 menit ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

24 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

24 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

24 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

24 jam ago