Categories: Pekanbaru

Sukajadi Tertinggi Kasus DBD

KOTA (RIAUPOS.CO) — Memasuki pekan ke-19 tahun 2019, di Kota Pekanbaru terdata demam berdarah dengue (DBD) terjadi 203 kasus. Dari jumlah itu, Kecamatan Sukajadi jadi wilayah paling rawan dengan jumlah kasus tertinggi yaitu 34 kasus.

Data sebaran penderita DBD ini merupakan akumulasi dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. Di bawah Sukajadi, kecamatan lainnya cukup mendominasi kasus DBD yakni Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 31 kasus, Kecamatan Tampan sebanyak 28 kasus dan Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 26 kasus.

Kasus DBD juga terjadi di Kecamatan Tenayan Raya sebanyak 16 kasus dan Kecamatan Bukit Raya sebanyak 13 kasus. Kecamatan lainnya yakni Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Sail masing-masing 11 kasus.

Kecamatan Rumbai Pesisir dan Kecamatan Limapuluh masing-masing 10 kasus. Kasus DBD yang jumlahnya sedikit terjadi di Kecamatan Rumbai. Petugas cuma menemukan 9 kasus DBD. Lalu di Kecamatan Pekanbaru Kota sebanyak 4 kasus.

“Kami mengimbau agar masyarakat waspada terhadap penyebaran DBD,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi, Kamis (16/5).

Dia melanjutkan, Diskes terus melakukan fogging untuk daerah yang sudah ada kasus berdasarkan data pihak puskesmas. Sembari itu melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. ‘’Masyarakat tetap kami imbau untuk melakukan 3 M, menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang bekas. Lalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk,’’ tutupnya.

DBD di Kota Pekanbaru sejak awal 2019 sudah merenggut satu korban jiwa. Nazhif Ahmad Ashshiddiq (6) seorang bocah laki-laki warga Sukajadi meregang nyawa karena lambat ditangani. Bocah ini meninggal dunia setelah menderita panas tinggi.

Korban meninggal akibat DBD di Kota Pekanbaru tahun 2019 adalah warga Jalan Rahmat gang Keluarga, Kelurahan Kampung Tengah Sukajadi. Dia dilarikan ke RS Ibnu Sina Senin (8/4) dan meninggal dunia sehari kemudian, Selasa (9/4). Sukajadi, kecamatan tempat korban tinggal tahun ini merupakan daerah dengan penderita terbanyak DBD di Kota Pekanbaru.(ali)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

24 menit ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

33 menit ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

54 menit ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

1 jam ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

5 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

6 jam ago