Categories: Pekanbaru

Penanganan Covid-19 Kelamaan di Rapat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Rapat-rapat penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapat kritikan dari legislator DPRD Kota Pekanbaru. Rapat yang digelar dinilai mubazir terlalu banyak memakan waktu, sementara aksi belum begitu terlihat.

"Janganlah rapat itu bertele-tele. Ketika payung hukum sudah ada, dan ketika sudah bisa terlaksana, laksanakan saja," kata anggota DPRD Kota Pekanbaru Heri Setiawan kepada wartawan, Kamis (16/4).

Di tengah social distancing dan physical distancing, ditambah sudah pula diberlakukan PSBB, maka masyarakat sudah sangat perlu bantuan yang dijanjikan itu.

"Harus gerak cepat, dan maksimalkan tim penanganan yang sudah dibentuk," harapnya.

Termasuk juga saat tim turun, terutama tim kesehatan, harus dibekali dengan APD yang lengkap. Begitu juga gugus tugas pencegahan Covid-19 yang lain.

"Apakah yang diperintahkan tersebut dilengkapi dengan APD? Ini harus juga jadi perhatian karena memang Covid-19 ini berbahaya. Sosialisasipun harus selalu digaungkan, jangan menjadi longgar," harapnya.

Dicontohkan Heri, dan dia melihat langsung, ketua RT dan juga RW yang melakukan pendataan korban yang terdampak Covid-19 yang bekerja tidak dilengkapi dengan APD.

Selain tidak dilengkapi dengan APD, politisi Demokrat ini juga mengkritik perhatian dari Pemko Pekanbaru juga dipertanyakan, karena tidak memberikan dana operasional untuk menunjang kinerja para garda terdepan tersebut.

"Jangan wacana saja akan membagikan sembako, pasar murah atau mengadakan ini itu. Omongan kosong saja, ini sudah satu bulan lebih dan masyarakat tidak butuh kita banyak rapat, tapi aksi nyata," tegasnya.

Ditegaskan Heri lagi, Jumat (17/4), Pemko Pekanbaru menerapkan  pembatasan sosial bersekala besar (PSBB). Dan dampak dari pemberlakuan PSBB tersebut adalah masyarakat yang berdagang pada malam hari akan terkena dampak yang sangat besar.

"Maka saya mengetuk hati pejabat kita ini semuanya, bahwa saatnya anda berjuang sekarang, baik dari gaji dan penghasilan untuk bersedekah karena ini bukan bencana alam biasa," sebutnya.

Maka, disampaikannya dalam rapat itu cepat saja ambil kebijakan. Tunjukkan Pemko Pekanbaru itu siap dan dampak bisa diminimalisir.(gus)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

PLN Ungkap Penyebab Listrik Selatpanjang Padam Berjam-jam, Ada Tiga Gangguan Sekaligus

Listrik di Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, sempat padam berjam-jam akibat tiga gangguan beruntun. PLN pastikan…

5 jam ago

Penguasaan Lini Tengah Jadi Faktor Penentu

Analisis mendalam final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, membedah kekuatan, strategi, serta peluang…

5 jam ago

Unri Datangi TKP Tewasnya Dokter PPDS di Siak, Koordinasi Langsung dengan Polisi

Pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak dan TKP tewasnya dokter PPDS Alex Cristo Lotis. Polisi…

7 jam ago

Lawan Polisi Pakai Senjata Tajam, Terduga Pengedar Ekstasi di Pekanbaru Ditembak

Terduga pengedar pil ekstasi di Pekanbaru dilumpuhkan setelah menyerang polisi dengan cutter saat penangkapan. Satu…

11 jam ago

Tiga Bulan Teror Warga, Buaya 2,5 Meter di Sungai Gaung Akhirnya Diamankan

Buaya sepanjang 2,5 meter yang meresahkan warga Sungai Gaung, Inhil, selama tiga bulan akhirnya berhasil…

17 jam ago

UNPRI Pekanbaru Ukir Prestasi Nasional, Tiga Tim Mahasiswa Sabet Empat Penghargaan

Mahasiswa UNPRI Kampus Pekanbaru meraih empat penghargaan di ajang LETIN 8 tingkat nasional, mulai dari…

17 jam ago