Categories: Pekanbaru

Sarankan Bangun Jaringan PDAM di Sekitar Lokasi Semburan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi semburan gas bumi seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Al Ihsan, Kecamatan Tenayan Raya, Pemerintah Kota Pekanbaru disarankan untuk membangun jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau Indra Agus Lukman mengatakan, pembangunan jaringan pipa PDAM tersebut dilakukan karena di sekitar lokasi tersebut tidak dimungkinkan lagi membuat sumur bor untuk mengambil air. Karena banyak terdapat gas rawa.

"Kami sarankan agar pemerintah membangun pipa jaringan PDAM. Karena kami lihat lokasi sekitar pondok pesantren tersebut mulai berkembang," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya PDAM, maka masyarakat tidak perlu lagi melakukan penggalian sumur bor untuk mendapatkan air. Hal tersebut juga bisa mengantisipasi agar tidak kembali terjadi semburan gas bumi.

"Selain banyak kandungan gas rawanya, kandungan air tanah di sekitar lokasi juga tidak banyak. Sehingga tidak mencukupi untuk keperluan masyarakat," ujarnya.

Dikatakan Indra, semburan gas bumi dari kegiatan penggalian sumur bor di sekitar lokasi tersebut tidak hanya kali ini, namun sudah beberapa kali terjadi.

"Sebelumnya juga pernah ada kejadian serupa, tapi intensitas semburannya tidak besar dan dalam waktu satu hari sudah berhenti. Kalau yang sekarang cukup lama, penyebabnya juga penggalian sudah cukup dalam," sebutnya.

Sementara itu saat ditanya proses penutupan lubang semburan, menurut Indra saat ini yang dilakukan pihaknya yakni pengelasan plat-plat di lokasi. Hal tersebut untuk mendukung proses penyemprotan air ke dalam lubang nantinya. "Saat ini masih pengerjaan pemasangan plat-plat. Untuk penutupnya disesuaikan dengan kondisi di lapangan," jelas nya.(sol)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

5 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

5 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

5 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

5 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

5 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

6 jam ago