bpbd-pekanbaru-bentuk-kelurahan-tangguh-bencana
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masih banyaknya kelurahan yang masuk dalam zona rawan bencana, membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tahun ini akan membentuk lagi sebanyak enam Kelurahan Tangguh Bencana, Rabu (15/9).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pekanbaru Zarman Candra, SSTP MSi. Menurutnya, saat ini sudah terdapat 6 Kelurahan Tangguh Bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Di mana, ke enam Kelurahan Tangguh Bencana tersebut di antaranya Kelurahan Tobek Godang, Palas, Srimeranti, Industri Tenayan, Tirta Siak dan Bandar Raya. Seluruhnya merupakan wilayah yang rawan terjadinya banjir sesaat serta kebakaran lahan.
"Nanti ada 12 Kelurahan Tangguh Bencana yang bisa membantu kami mencegah dan menangani dampak kebencanaan,"ujarnya.
Lanjut Zarman, Kelurahan Tangguh Bencana merupakan kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.
Di mana, masyarakat yang terlibat di Kelurahan Tangguh Bencana, bisa membantu dan lebih tanggap kalau memang terjadi kebencanaan, baik itu banjir maupun asap di lingkungannya.
Bahkan, saat ini pihaknya masih terus aktif memberikan edukasi, sosialisasi maupun simulasi penanganan kebencanaan kepada masyarakat yang terlibat di Kelurahan Tangguh Bencana agar kepekaan mereka terhadap bencana dapat terus terasah.
"Kami berharap dengan edukasi yang telah kami berikan. Masyarakat bisa melakukan penanganan secara dini ketika terjadi kebencanaan. Karena mereka telah kami bekali dengan edukasi maupun simulasi,"harapnya.(ayi)
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…