Anggota DPRD Pekanbaru Periode 2014-2019 foto bersama dengan Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT dan Rektor Universitar Ngurah Rai Bali Drs I Nyoman Suraba Ditanaya saat pembukaan bimtek di Swiss-Belhotel Bali, Jumat (23/8/2019) malam.
(RIAUPOS.CO) — SEBANYAK 44 anggota DPRD Kota Pekanbaru (2014-2019) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Swiss-Belhotel Bali. Pelaksanaan Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, Jumat (23/8) dan Sabtu (24/8) lalu.
Ditegaskan dalam agenda ini, tidak hanya menggali ilmu dan sharing pengalaman saja, akan tetapi dijadikan sebagai ajang tempat memperkuat silaturahmi antar anggota dewan dengan pegawai Sekretariat DPRD.
Bimtek ini sendiri dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, didampingi Ketua DPRD Kota Pekanbaru periode 2014-2019, Sahril SH MH, dan juga Rektor Universitas Ngurah Rai Bali Drs I Nyoman Suraba Ditanaya, Ketua LPM Yudistira Adyana, dan juga pejabat Pemko Pekanbaru dan anggota dewan.
Pelaksanaan Bimtek ini merupakan kerjasama yang pertama DPRD Kota Pekanbaru dengan Universitas Ngurah Rai, dengan mengambil tema “Dampak Bantuan Hibah Sosial dari APBD”.
Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, Bimtek ini tidak hanya sekadar untuk kunjungan wisata di Bali, atau refreshing dari rutinitas. Tapi yang terpenting adalah untuk menggali ilmu dan bertukar informasi, serta argumentasi dan regulasi yang ada. “Kami yakin universitas Ngurah Rai, bisa memberikan materi yang mumpuni,” kata Firdaus.
Selain itu, soal agenda Bimtek ini juga, orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini sangat mensupport keinginan anggota dewan yang masih mau ikut Bimtek.
“Memang, tidak ada kata terlambat atau kata habis masa bakti. Pengabdian kita membangun bangsa ini, tidak akan terhenti. Saya yakin dan percaya, Bimtek ini akan bermanfaat. Tidak hanya satu ruang ini saja, tapi di ruang lain nya,” sebutnya. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Sahril menjelaskan, bahwa diera globalisasi sekarang ini, anggota dewan harus memiliki kompetensi yang tinggi. Agar tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang diwakili di parlemen dan masyarakat Pekanbaru secara universal.
“Kami menyambut baik ini, karena menambah kapasitas sebagai anggota DPRD dalam menjalankan fungsinya. Apalagi latar belakang kami berbeda, jadi perlu Bimtek seperti ini. Kami percaya pihak universitas sudah menyiapkan materi yang diperlukan,” sebut Sahril.
Rektor Universitar Ngurah Rai Bali Drs I Nyoman Suraba Ditanaya mengaku, senang dengan adanya kerjasama Bimtek ini. Apalagi mengusung tema Dampak Bantuan Hibah Sosial dari APBD.
Dijelaskan, bahwa pemberian hibah adalah suatu mekanisme dalam melaksanakan program pemerintah. Kenapa ini muncul, karena untuk memudahkan menjalankan program yang sudah disusun.
“Tema ini sangat spesial, ini dalam rangka mendiskusikan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya.Kenapa ini muncul? kata Suraba, karena memang ini masalah administrasi keuangan tak ribet banget. “Kenapa, biar masalah hibah bisa cepat, Karena usulan masyarakat. Apalagi ini aspirasi, makanya pemerintah mengeluarkan aturan bantuan sosial tersebut,” paparnya.
Selama Bimtek ini, semua anggota DPRD Pekanbaru sudah mendapatkan secara utuh tentang Dampak Bantuan Hibah Sosial dari APBD tersebut.(gus/adv)
NARASI: AGUSTIAR
FOTO-FOTO: HUMAS DPRD KOTA PEKANBARU
Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…
Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…
Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…
Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…
Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…
Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…