Categories: Pekanbaru

60 Persen Peredaran Narkotika Ada di Perkotaan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau. Sebelumnya, BNN sendiri telah melaksanakan program desa bersinar. Yang merupakan akronim dari desa bersih dari narkotika. Kali ini, BNN kembali menggagas program serupa yang diberi nama kota tanggap ancaman narkotika (Kontan).

Hal itu diungkapkan langsung Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Robinson BP Siregar usai membuka konsolidasi program Kontan bersama seluruh stakeholder terkait di Hotel Prime Park, Kamis (14/10). 

Dikatakan Brigjen Robinson, perkembangan peredaran narkotika saat ini sangat perlu diwaspadai. Dari data nasional, peredaran narkotika sebanyak 60 persennya berada di wilayah perkotaan. 

"Jadi ada dua program dari BNN. Pertama program desa bersinar dan kedua kontan. Desa bersinar itu sudah berjalan," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, sambung dia, BNN menggandeng seluruh stakeholder terkait. Mulai dari elemen masyarakat, pihak swasta termasuk instansi pemerintah. Dengan harapan semua pihak yang terlibat dapat bersatu padu dan berkolaborasi dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah Provinsi Riau. 

Sementara itu, Asisten I Setdaprov Riau Jenri Salmon Ginting menuturkan Pemprov Riau siap menyukseskan program yang digagas oleh BNN tersebut. Saat ini, dikatakan dia, pemprov sendiri telah mengeluarkan peraturan daerah dan peraturan gubernur terkait kerja sama penanggulangan peredaran narkotika. Bahkan pihaknya juga sudah meminta agar menganggarkan pada APBD untuk satgas penanggulangan narkotika.

"Kita sebagai pemerintah daerah, gubri sudah mengeluarkan perda dan pergub penanganan kerjasama terhadap narkoba di Riau. Sangat penting sekali, kami sudah berikan peraturan tersebut kepada kabupaten/kota untuk menganggarkan untuk satgas di tingkat desa," pungkasnya.(nda)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

1 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

2 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

2 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

2 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

2 jam ago