Categories: Pekanbaru

TKWT Harus Berpikir Kritis

(RIAUPOS.CO) — BAGI karyawan berstatus kontrak alias tenaga kerja waktu tertentu(TKWT) harus selalu berfikir kritis dalam mengetahui aturan upah minimum karyawan kontrak. Sebagai mana yang tertuang dalam Undang Undang Ketenagakerjaan di perusahaan. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi perselisihan antara pekerja dan perusahaan yang dapat merugikan pihak pekerja sewaktu-waktu.

Seperti yang dikeluhkan Aulya (24), salah seorang karyawan kontrak di salah satu perusahaan swasta yang begerak dibidang distributor di Kota Pekanbaru menjelaskan, upah yang diterimanya sampai saat ini masih di bawah upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum regional (UMR).

“Sudah 8 bulan saya bekerja di perusahaan tempat saya bekerja, tapi gaji saya masih di bawah UMP dan UMR. Ini karena status saya masih training. Saya bekerja sebagai admin penjualan (admin faktur, red). Saya baru tau kalau baik training atau karyawan kontrak, seharusnya digaji minimal upah minimum provinsi sesuai UU ketenagakerjaan yang berlaku. Saya kira hal tersebut memang dikeluarkan oleh disnaker, ternyata itu adalah suatu kebijakan yang hanya dibuat-buat oleh pihak perusahaan tempat saya bekerja,” ujarnya, Senin (14/10).

Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang (Kabid) Perselisihan Hubungan Industri (PHI) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru, Heni Ruswita mengatakan,  untuk calon maupun karyawan kontrak dari awal masa percobaan dan di bawah masa kerja 1 tahun harus dibayarkan sesuai upah minimum yang berlaku karena  di UU diatur tidak mendapat pesangon dari perusahaan, pesangon hanya untuk karyawan tetap.

“Sesuai peraturan Gubernur Riau Nomor KPTS.911/X/2018 tentang Upah Minimum Provinsi, dasarnya dari UU Nomor 13 tahun 2003 dan Kepmen Nomor 100/men/VI/2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian kerja waktu tertentu, baik calon/karyawan kontrak  dari awal masa percobaan/training harus dibayarkan upahnya. Tidak boleh di bawah UMP dan UMK terangnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, bagi karyawan kontrak yang dipecat sebelum habis kontrak berhak menerima gaji sisa kontraknya yang tinggal beberapa bulan lagi, juga harus dibayarkan.(*6/ksm)  

 

Laporan MUSLIM NURDIN, Kota

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

18 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

18 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

18 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

18 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

20 jam ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago