Categories: Pekanbaru

Kenaikan Harga BBM Diminta Dievaluasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan mengkritisi kebijakan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 12 Februari 2022. Ia menilai kebijakan ini tidak tepat karena masyarakat Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Diketahui, PT Pertamina menaikkan harga BBM umum atau nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Meski BBM ini banyak digunakan oleh golongan menengah ke atas, namun menurut Ruslan tetap akan berdampak pada sektor lain.

"Kebijakan apa ini?  Rakyat lagi susah, ekonomi belum stabil, kebijakan ini menyengsarakan masyarakat saja," tegas Ruslan, kemarin.

Dijelaskan politisi PDI-P ini, sebelumnya Pertamina sudah menghilangkan BBM jenis premium dan menggantikan dengan pertalite. Diyakininya, pertalite ini pun akan kembali ada penyesuaian harga.

"Berkaca dari sejarah menghilangnya premium di pasaran, sehingga memaksa masyarakat beralih ke pertalite , harus jadi pelajaran berharga. Ini kesannya rakyat dipaksa," tuturnya.

Disebutkan Ruslan, dari berita media massa, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM umum atau nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia per 12 Februari 2022.

Namun tarif BBM tidak seragam. Bahkan untuk Provinsi Riau yang merupakan penghasil migas harga BBM lebih mahal. "Ini aneh saja," singkatnya.

PT Pertamina merilis penyesuaian harga BBM nonsubdisi itu dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU.

Kenaikan harga beragam di masing-masing wilayah atau provinsi berkisar Rp1.500-Rp2.650 per liter. Pertamax Turbo Rp14.000 per liter berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ).

Dexlite Rp12.650 per liter berlaku di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam (FTZ). "Saya masih berpikir kebijakan ini ditarik lagi, dan fokus pada perbaikan ekonomi rakyat," tutur Ruslan.(gus)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

17 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

18 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago