Categories: Pekanbaru

Sopir Angkot Raih Untung

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Akibat bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) tak beroperasi sepekan lebih, para sopir angkutan kota (angkot) mengaku mendapat untung. Para pengguna bus TMP beralih memakai jasa mereka sebagai moda transportasi.

Seperti yang dirasakan Udin, seorang sopir angkot. Ia mengaku, sejak bus TMP tak beroperasi, penumpang angkotnya mulai banyak. Dan ia pun mendapat untung lebih dari biasanya.

Ia mengaku dalam sehari bisa memperoleh uang lebih dari Rp50.000 hingga Rp80.000. Menurutnya, banyak para pengguna bBus TMP yang kembali menggunakan angkutan umum lainnya agar bisa sampai ke tempat tujuannnya.

"Alhamdulilah lah pendapatan sepekan ini mulai meningkat. Kalau biasanya untuk mendapatkan uang Rp50.000 dalam sehari saja kami sudah kesulitan, sekarang semenjak bus TMP tidak beroperasi, kami bisa mendapatkan pendapatan yang lebih dari biasanya," kata dia, kemarin.

Halte Sepi

Karena sudah terlalu lama bus TMP tidak beroperasi, masyarakat yang biasa menggunakan bus TMP tak lagi menunggu di halte. Pantauan Riau Pos, Senin (14/2) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, halte-halte di kawasan ini sepi dari masyarakat yang menunggu bus TMP.

Masyarakat mulai beralih kepada modal transportasi umum lainnya imbas dari aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para karyawan bus TMP tersebut.

Salah seorang warga Pandau, Ita yang ditemui di salah satu halte di Sukaramai Trade Center mengaku sangat kesulitan saat ini mencari modal transportasi umum lainnya yang bisa membawanya ke tempat tujuan. Apalagi di kawasan Pandau, Bus TMP menjadi satu-satunya modal transportasi umum yang kerap dinaiki masyarakat yang hendak berpergian.

"Kalau mau pulang ke pandau dari STC ini susah nyari transportasi lain. Ya mau nggak mau pakai ojek online. Soalnya kalau naik oplet atau bisa kota tidak masuk dalam trayek nya, " Ucap dia.

Meksipun begitu, Ita masih berharap pemerintah segera mengoperasikan kembali layanan Bus TMP tersebut, karena tidak semua orang punya aplikasi ojek online ataupun memiliki smartphone untuk bisa bepergian.

"Itulah yang saya pikirkan. Walaupun sekarang zamannya teknologi tetapi masih banyak warga di Pekanbaru ini yang tidak bisa membeli smartphone untuk bisa menaiki ojek online. Jadi seharusnya pemerintah memberikan solusi agar ada armada lain yang bisa dinaiki oleh masyarakat selama aksi mogok itu dilakukan," kata dia.(ayi)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

21 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago