Categories: Pekanbaru

Cerita Pandai Besi Hadapi Covid-19Â

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Beragam jenis benda yang berbahan dasar besi berjejer rapi di Kedai Besi Johan, Jalan Hang Tuah, kilometer 12, Tenayan Raya.  Dalam sehari kerja, usaha pandai besi itu bisa mencetak 10 sampai 15 parang. Di sana,  tersedia juga dodos, egrek, pisau dan lainnya.

Menariknya, sejak menggeluti bisnis pada 2009,  usahanya terbilang lancar. Pria paruh baya asal Jambi bernama Marjohan itu menyebut, langganannya sampai ke Kalimantan.

"Ini usaha turun temurun dari keluarga yang pengrajin pandai besi. Jadi sejak saya di sini, banyak pesanan dari perusahaan luar kota, seperti Jambi, Bengkulu dan Kalimantan," sebutnya.

Lebih dari itu, pemesanan itu bisa mencapai 2 ribu bilah parang. Jika pesanan banyak, dirinya dibantu dua karyawannya. Jam kerja pukul 08.00 WIB sampai 15.30 WIB.

"Parangnya sesuai pesanan mereka. Biasanya ukuran mencapai 50 cm – 70 cm. Saya bilang ke pemesan, kalau mau nunggu saya sanggupi. Kalau tidak, ya cari ke yang lain. Karena kami bukan bekerja seperti robot. Beruntung, pelanggan mengerti," ucapnya.

Kepada Riau Pos yang dijumpai pada Senin (12/10), untuk harga yang ditawarkannya pun bervariasi. Tergantung ukuran dan kesulitan.

"Harga parang paling murah Rp50 ribu dan paling tinggi Rp250 ribu (pakai tempat kayu, red). Bahan besinya dari pir mobil," urai pria berkacamata ini.

Dilanjutkannya, hasil tangannya yang paling laris terjual ialah parang dan dodos. Baik pesanan perusahaan maupun masyarakat umum yang beli.

"Sejak Covid-19, perusahaan sudah tidak pada pesan. Entah karena di sana ada yang pemutusan hubungan kerja (PHK) atau bagaimana. Sehingga berpengaruh juga ke kami. Sekarang, pendapatan per hari dari Rp1 juta sampai Rp2 juta," ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap bersyukur. Dijalani dan jangan jadi pengeluh. "Kalau kita hidup jauh dari syukur tidak akan pernah cukup," kata bapak dua anak itu.

Hasil kerja kerasnya itu pun membuatnya bisa menyekolahkan anaknya hingga ke pendidikan tinggi. "Anak saya pertama sudah semester delapan (kuliah di Jambi, red). Kalau anak kedua kelas VI SD. Semoga anak-anak bisa menjadi lulusan yang membanggakan dan pekerja yang jujur," harapnya.(azr) 

Laporan: SOFIAH (Pekanbaru)

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

19 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

19 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

20 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

20 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

2 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

2 hari ago