16-titik-tumpukan-sampah-tersebar-di-kecamatan-binawidya
PEKANBARU (RIAUPOS) – Kecamatan Binawidya akhir pekan lalu dikunjungi Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun untuk menyerap berbagai keluhan warga. Saat ini Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Binawidya bergerak mendata permasalahan yang ada.
Pj Wako Pekanbaru Muflihun menjadikan masalah tumpukan sampah, banjir dan jalan rusak sebagai prioritas yang harus diselesaikan. Hal itu juga merupakan perintah dari Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat dirinya dilantik.
Dalam kedatangannya di Binawidya, Pj Wako Pekanbaru memberikan arahan agar camat, lurah, RT dan RW untuk pro aktif turun ke masyarakat.
"Kita harus bisa memberikan solusi di masyarakat. Camat juga harus berani," kata dia.
Saat ini Pemcam Binawidya bersama Ketua RT dan RW sudah melakukan pendataan titik tumpukan sampah di berbagai wilayah Kecamatan Binawidya.
Camat Binawidya Edi Suherman, Senin (13/6) mengatakan berdasarkan pendataan, ada sebanyak 16 titik tumpukan sampah yang tersebar di berbagai ruas jalan.
"Untuk penanganan titik sampah, kami dengan aparat RT RW sudah menginventarisir titik-titik sampah yang ada di wilayah masing-masing. Dan ini tentunya kami perlu bermusyawarah lagi bagaimana titik-titik sampah ini tidak terlihat lagi di bahu-bahu jalan," ujarnya.
Tumpukan sampah ini tersebar di Jalan Bangau Sakti, Jalan Melati ujung, Jalan Rajawali, Jalan Air Hitam, Jalan SM Amin, dan di Jalan Soekarno Hatta.
Pihaknya juga meminta para pelaku usaha untuk menyediakan tempat sampah di depan tempat usahanya. Permintaan ini disampaikan melalui surat edaran yang dilayangkan ke masing-masing pelaku usaha.
"Ini tentunya kami mengajak para pelaku usaha yang berada di jalan protokol untuk kiranya menyediakan tempat penampungan sampah. Mulai hari ini kami akan edarkan surat pemberitahuannya kepada pelaku usaha," imbuhnya.
Camat Binawidya optimistis dapat mengatasi persoalan tumpukan sampah, khususnya di Kecamatan Binawidya.
"Untuk di Kecamatan Binawidya kami optimis dapat mengatasi persoalan sampah ini, dan ini akan kami tertibkan. Malahan kita di setiap kelurahan akan membentuk tim pengendalian lingkungan," singkatnya.(ali)
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…