Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengecek kondisi penerangan di Jembatan Abdul Jalil Alimuddin Syah atau Jembatan Siak IV, Senin (12/5/2025) malam. (Instagram agung nugroho)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepulang dari serangkaian agenda kerja di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota lain, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi terkini Kota Bertuah. Pada Senin malam (12/5), ia meninjau langsung kondisi penerangan di Jembatan Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.
Dalam kunjungan malam itu, Wali Kota didampingi oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Reza Aulia Putra, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Firman Hadi.
Peninjauan dilakukan khusus pada malam hari untuk mengevaluasi pencahayaan di area jembatan, serta meninjau potensi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di area bawah jembatan.
Wako Agung mengungkapkan bahwa beberapa lampu penerangan di jembatan sudah tidak berfungsi optimal, dan ia segera menginstruksikan perbaikan terhadap lampu-lampu tersebut. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak merusak atau mencuri fasilitas umum.
“Kita perbaiki lampu-lampu ini, tapi saya tegaskan, kalau ada yang merusak dan tertangkap, jangan salahkan pemerintah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyampaikan rencana pemanfaatan lahan kosong di bawah Jembatan Siak IV sebagai pusat aktivitas UMKM dan sentra kuliner malam.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dijadikan ruang publik sekaligus wadah ekonomi kreatif masyarakat. “Kalau kita tata dengan baik, UMKM bisa berkembang, ekonomi rakyat bisa tumbuh, dan area ini bisa menjadi ikon baru Kota Pekanbaru,” ujar Agung.
Ia menekankan pentingnya penataan agar para pelaku usaha dapat berjualan dengan teratur dan profesional. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap praktik pemberian izin ilegal yang memicu konflik antara pedagang dan oknum aparat.
“Banyak gesekan terjadi karena ada yang memberi izin tanpa melalui prosedur resmi dari pemerintah kota. Ini harus kita tertibkan,” ungkapnya.
Beberapa pelaku UMKM memang sudah mulai berjualan di sekitar jembatan. Namun ke depan, pemerintah akan mendata mereka secara resmi dan menyediakan lokasi usaha yang lebih layak dan representatif.
“Kita akan data, siapkan konsepnya, aktifkan kembali kawasan ini, dan menjadikannya tempat menarik di malam hari,” tutup Wako Agung.
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…