Categories: Pekanbaru

Tes PCR Bisa Lebih dari 10 Ribu Sampel per Hari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Jangan terkejut bila dalam waktu dekat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Pemerintah segera mengoperasikan 18 alat uji Polymerase Chain Reaction (PCR) yang baru didatangkan oleh Kementerian BUMN. Alat tersebut diharapkan mampu mendeteksi lebih banyak orang sehingga statusnya lebih cepat diketahui.

Ke-18 alat itu mampu melakukan 500 tes setiap hari. Artinya, ada 9.000 sampel lagi yang bisa diuji setiap hari. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sebaran tes PCR bisa diperluas ke banyak daerah.

Sehingga bisa mengurangi antrean tes sampel, terutama di kawasan episentrum penularan. Ke-18 alat itu akan dipasang pekan ini. Tes PCR di Indonesia sampai saat ini sudah menjangkau 26.500 sampel.

"Tempat labnya yang dulu hanya 3, sekarang sudah meloncat menjadi 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan," urainya saat rapat terbatas penanganan Covid-19 secara virtual di Jakarta, Senin (13/4).

Dengan kapasitas laboratorium tersebut, maka ke depan ada lebih dari 10 ribu sampel yang bisa diuji setiap harinya. Peluang jumlah kasus bertambah banyak menjadi besar bila jumlah yang dites semakin banyak. PCR berbeda dengan rapid test, karena langsung bisa dijadikan acuan seseorang positif Covid-19 atau tidak. Sementara, mereka yang dinyatakan positif oleh rapid test masih harus menjalani PCR untuk memastikan apakah dia benar-benar positif Covid-19 atau tidak. Karena itu, hasil rapid test tidak dimasukkan ke dalam daftar pasien positif.

Selain itu, Presiden juga meminta agar data-data terkait Covid-19 terintegrasi dengan baik ke sistem data Gugus Tugas.

"Sehingga semua informasi baik jumlah PDP, ODP di daerah, jumlah yang meninggal, yang sembuh, semua menjadi jelas dan terdata dengan baik," lanjutnya.

Setiap hari harus ada perkembangan teranyar  sehingga publik bisa mengaksesnya dengan mudah. Kemudian, ketersediaan APD juga disinggung dalam ratas tersebut. Pada intinya, pemerintah tidak membiarkan para tenaga medis yang merawat pasien bekerja dengan risiko tinggi. APD akan terus dipasok ke daerah untuk memenuhi keperluan tenaga medis.(bay/far/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

OJK Bebaskan UMKM dari Agunan Pembiayaan hingga Rp100 Juta

OJK membebaskan UMKM dari kewajiban agunan pembiayaan modal kerja hingga Rp100 juta melalui aturan baru…

11 jam ago

Pelayanan Publik Kuansing Raih Nilai A dalam Evaluasi Nasional

Pelayanan publik Pemkab Kuansing meraih nilai 4,47 dengan kategori A dalam evaluasi nasional PEKPPP 2025…

12 jam ago

Ratusan Batang Kayu Ilegal Disita, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polisi menangkap dua terduga pelaku ilegal logging di Langgam, Pelalawan, serta menyita ratusan batang kayu…

12 jam ago

Hari Ketiga Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Ditemukan Meninggal

Bocah 8 tahun yang hanyut di Sungai Ngaso, Rohul, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari…

13 jam ago

Propemperda 2026, DPRD Pekanbaru Bahas 17 Ranperda

DPRD Pekanbaru menetapkan 17 Ranperda dalam Propemperda 2026, terdiri dari usulan DPRD dan Pemko untuk…

13 jam ago

Urai Kemacetan, Traffic Light Simpang Paus–Nangka Resmi Difungsikan

Pemko Pekanbaru mulai mengoperasikan traffic light di Simpang Jalan Paus–Tuanku Tambusai untuk mengurai kemacetan dan…

14 jam ago