jajaki-kota-kembar-di-jepang
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memasuki pekan kedua Januari 2020, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT terbang ke Jepang membawa tiga orang bawahannya. Agenda keberangkatannya itu disebut dalam rangka menghadiri seminar dan penandatanganan kerja sama sister city (kota kembar).
Agenda Wako ke Jepang ini terhitung sejak Senin (13/1) hingga Jumat (17/1). Dia dijadwalkan sudah berada di tanah air Sabtu (18/1) nanti. Bersamanya ikut serta Asisten I Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru Azwan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pekanbaru Ahmad, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru Indra Pomi Nasution.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Kota (Setko) Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman saat dikonfirmasi membenarkan keberangkatan orang nomor satu di Pekanbaru itu ke Jepang. "Beliau diundang oleh Nippon Koei Co, LTD untuk hadir dalam seminar di Kota Kawasaki, Jepang menyangkut eco town dan smart facilities kawasan industri. Berkaitan dengan kawasan industri kita," jelasnya.
Dia melanjutkan, kehadiran Wako di seminar itu sudah disetujui hingga tingkat pusat. Wako kemudian memanfaatkan keberangkatan ini untuk menjalin kerja sama sister city dengan Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Jepang. "Semua perizinan clear. Pak wali memanfaatkan untuk mengadakan kerja sama sister city. Maka Pak Wali berkirim surat dengan Wako Kawasaki Norisiko Fukada. Kami bawakan konsep sister city-nya," sebut dia.
Irba mengklaim, keberangkatan Wako Pekanbaru ke Jepang jika hanya menjalani satu agenda berupa menghadiri seminar tidak begitu besar manfaatnya. "Kalau hanya ikut seminar tidak begitu besar bermanfaat, makanya kami ajak bekerja sama dengan sister city. Ini disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri. Jadi tidak hanya studi tiru saja, tapi apa di balik itu. Dibuat kota kembar antara Pekanbaru dengan Kawasaki," imbuhnya.
Kepadanya, Riau Pos kemudian menanyakan konsep apa yang dibawa Wako Pekanbaru untuk menjalin kerja sama sister city dengan Kota Kawasaki. "Ini kan kita secara tidak langsung sudah beberapa kalau mengadakan pertemuan dalam rangka untuk pemanfaatan limbah dan air bersih. Dengan pelaksaan kerja sama Pemko Pekanbaru dengan Nippon Kei ini, itu yang dipertajam pak Wali," katanya.
Bukan hanya jalinan kerja sama dengan swasta, hubungan dengan pemerintah setempat juga diperkuat. "Tapi juga pemerintah dengan dengan pemerintah. G to G sebagai payung hukumnya. Jika B to G jalan tapi ada yang tidak cocok G to G nya, tidak masuk. Makanya Kemendagri minta Sekko yang harus intens di sini," singkatnya.(yls)
Laporan : M ALI NURMAN
Sebanyak 58 PPPK menerima SPMT dari Kadis Kominfo Kuansing. Mereka diminta menjunjung disiplin dan segera…
Komunitas ibu-ibu LCC Duri siap meramaikan Riau Pos Fun Bike 2026 di Pekanbaru dengan mengutus…
PKL kembali marak berjualan di kawasan terlarang sekitar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Satpol PP berjanji…
Program Makan Bergizi Gratis kembali dimulai di Pekanbaru. Pemko menargetkan 104 dapur aktif untuk melayani…
Pemkab Rohil mematangkan persiapan pengajuan Sekolah Garuda dengan menyiapkan lahan dan proposal untuk bersaing mendapatkan…
Bupati Siak melarang kepala OPD merekrut honorer baru dan fokus menyelesaikan status ribuan honorer non-database…