Categories: Olahraga

Bhayangkara FC: Terlalu Mahal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Teka-teki kemana Andik Vermansah bakal berlabuh di musim 2020 masih belum terjawab. Setelah memutuskan tidak memperpanjang kontrak bersama Madura United, isu kemana jebolan klub internal Persebaya Surabaya itu bakal pindah ramai diperbincangan. Bali United yang digadang-gadang jadi pelabuhan selanjutnya, batal merekrutnya.

Isu terbaru adalah Andik didekati oleh Bhayangkara FC. The Guardian memang membutuhkan sosok mantan pemain Selangor FA itu untuk mengarungi Liga 1 2020. Perginya Ilham Udin Armayn ke Barito Putera membuat sisi sayap klub juara Liga 1 2017 itu butuh kekuatan baru. Pemain berusia 28 tahun itu pun sempat bernegosiasi dengan Bhayangkara FC.

Lalu apa kelanjutannya? Bhayangkara FC memutuskan mundur dari pemburuan Andik. Seperti yang dikatakan oleh Chief Operation Officer (COO) Bhayangkara FC Kombes Sumardji. Dia mengaku sulit untuk mengikat pemain asal Jember tersebut.

Salah satu faktor kenapa Bhayangkara FC mundur adalah nilai kontrak Andik yang selangit. Walau tidak mau mengomentari berapa nilai dari pemain kelahiran 23 November 1991 itu, namun jika melihat dari situs transfermart, nilai Andik setara Rp 2,6 Miliar. "Mahal sekali harganya, kami kesulitan kalau dengan harga itu," katanya.

Nah, selain mahal, untuk pengganti Ilham, Sumardji menuturkan pihaknya sudah punya sosok Rangga Muslim. Rangga sendiri adalah eks pemain PSS Sleman musim lalu yang secara resmi dikontrak semusim di Bhayangkarara FC. ada juga Sani Rizki Fauzi yang walau posisi aslinya gelandang bertahan, bisa dimainkan di posisi winger. ’’Terlalu banyak winger juga tidak bagus untuk tim. Akhirnya diputuskan Andik tidak jadi target buruan utama kami,’’ terangnya.

Tapi walau memutuskan mundur, pria yang juga sempat jadi manajer dari Timnas Indonesia U-22 di Sea Games 2019 lalu itu tidak menutup kemungkinan Andik bisa bergabung. Dia menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster mengenai hal tersebut. Jika masuk skema permainan, pihaknya akan tetap memburuk Andik. "Saya masih belum dapat laporan mengenai negosiasi dari coach Paul, jadi ditunggu saja," ucapnya.(zed)

Laporan JPG, Jakarta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

12 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

13 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

14 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

3 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

4 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

6 hari ago