Sistem Buka Tutup Dikeluhkan
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pembangunan jembatan di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak tepatnya di Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menjadi sorotan semua pihak. Pasalnya terjadi kemacetan panjang kendaraan dari dua arah disebabkan sistem buka tutup jalan tidak dilakukan secara profesional.
Sebenarnya, di sebelah pembangunan jembatan itu sudah dibangun jalan alternatif, namun dikarenakan kurang baiknya sistem buka tutup yang dilakukan pihak pengelola, sehingga macet tidak jarang terjadi.
"Sudah satu jam lebih saya belum menembus antre, saya komplain terhadap sistem pengelolaan buka tutup jalan yang dilakukan pihak pengelola," kata salah seorang warga Siak, Zulfaini, Senin (11/11).
Ia meminta pihak Dinas PUPR Provinsi Riau agar turun ke lapangan mengecek kondisi yang terjadi, dan memberi teguran kepada pihak pengelola. "Seharusnya waktu yang dihabiskan antre ini sudah bisa digunakan untuk yang lain, tentu kalau dibiarkan seperti ini banyak penggunakan jalan yang emosi nanti," tegasnya.
Zulfaini mengatakan, antrean panjang ini terpantau sudah terjadi lebih dari sepekan yang lalu, dan ia berharap pihak yang berwenang segera ambil langkah cepat untuk menangani masalah ini.
Menanggapi hal itu kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melalui PPTK jembatan Arif Usman, Selasa (12/11) mengatakan, antre panjang kendaraan itu dikarenakan jalan alternatif disebelah jembatan mengalami rusak dan saat ini sedang diperbaiki.
Selain itu pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk sistem buka tutup jalan membolehkan truk-truk besar yang mempunyai tonase berat melewati jalan alternatif itu di malam hari sehingga jalan menjadi rusak.
"Mereka (salah satu OKP,red) membolehkan truk-truk besar melewati jalan alternatif itu, tentu tidak akan kuat. Kami sudah melaporkan juga kejadian ini ke pihak Polres Siak, mereka juga membenarkan tindakan yang dilakukan oknum OKP itu," kata Arif.
Arif mengatakan, dengan rusaknya jalan alternatif itu, membuat kendaraan memperlambat kecepatannnya. Sehingga antrean panjang dari kedua sisi jalan terjadi sangat panjang.
"Saya sekarang sedang menuju ke lokasi mengecek kondisi jembatan dan jalan itu, karena semalam sudah dikerjakan, apakah sudah selesai atau belum," ujarnya.(*4)
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…