Categories: Pekanbaru

Sambut Waisak, Umat Buddha Pekanbaru Gelar Aksi Peduli Lingkungan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.

“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.

Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.

Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.

“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.

Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(ayi)

Redaksi

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

6 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

7 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

18 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

22 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

1 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago