Perwakilan umat Buddha di Pekanbaru melakukan penuangan eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Pekanbaru, Selasa (12/5/2026).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.
Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.
“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.
Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.
Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.
“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.
Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(ayi)
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…
Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…