PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II mendonasikan alat pelindung diri (APD) kepada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, untuk didistribusikan kepada tenaga medis yang berjuang melawan Covid-19 di Pekanbaru, Kamis (12/11).
Koordinator RSA Nusa Waluya II, dr Stephanie menjelaskan bahwa donasi tersebut untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit yang ada di Pekanbaru.
"Bantuan ini untuk membantu tenaga medis dalam penanganan Covid-19," kata dr Stephanie, kepada Riaupos.co, Kamis (12/11).
Wakil Ketua Pelaksana Harian Organisasi Nirlaba Doctor SHARE, Tutuk Utomo Nuradhy menambahkan, APD yang diserahkan yayasan dokter peduli ini terdiri dari 75 paket APD, 300 rapid tes bagi masyarakat dan 1.000 baju hazmat.
Donasi ini juga menyusul ditundanya operasional pelayanan kapal medis tersebut, sehingga APD bisa dimanfaatkan oleh tenaga medis dalam penanganan wabah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, M Noer MBS mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan RSA Nusa Waluya II. Bantuan tersebut akan dibagikannya kepada para tenaga medis yang tengah berjuang langsung dalam penanganan wabah Covid-19.
"Nanti akan kami serahkan ke 21 puskesmas dan 1 rumah sakit yang ada di Pekanbaru. Pemko melalui Diskes dan pejuang kesehatan mengucapkan terima kasih kepada yayasan dokter peduli," katanya.
Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…