MOHAMAD KASHURI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, memiliki wacana untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memasukkan materi terkait pangan sehat ke dalam kurikulum.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BBPOM Pekanbaru Mohamad Kashuri. Ia juga menyampaikan wacana ini digagas agar peserta didik memahami berbagai jenis pangan yang sehat untuk di konsumsi. Baik makanan yang beredar di sekolah maupun di lingkungan sekitar sekolah.
"Nanti akan kami kordinasikan dengan Disdik bagaimana supaya materi jajan pangan sekolah yang aman ini masuk ke kurikulum atau masuk ke ekstrakulikuler," kata Kashuri.
Lebih lanjut, Kashuri mengungkapkan jika keamanan pangan di sekolah tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah atau BBPOM untuk melakukan pengawasan setiap harinya. "Kalau hanya andalkan kami ya tak bisa," ucap Kashuri.
Jika gagasan ini diterima, Kashuri mengatakan kelas reguler direncanakan satu sampai dua jam per minggu untuk materi terkait pangan sehat. Untuk lebih lanjutnya semua akan dikordinasikan dengan Disdik. "Prosesnya nanti akan kita kordinasikan dengan Disdik," pungkas Kashuri. (*2)
Kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, pemotor tewas diduga melawan arus usai tabrakan dengan…
HSBL 2026 resmi dimulai di Rengat. Tujuh tim pelajar siap bertanding dalam ajang basket terbesar…
Cuaca ekstrem di Madinah capai 43°C, sejumlah jemaah haji Riau alami gangguan ringan. Gelombang I…
Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…
Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…
Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…