Categories: Pekanbaru

Guru Minta Maaf, Disdik Keluarkan Edaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus perundungan (bully) yang terjadi di SMPN 38 Pekanbaru terus bergulir. Guru kelas di mana korban perundungan MFA mendapatkan kekerasan dari temannya meminta maaf. Dan atas kejadian ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru mengeluarkan surat edaran.

SMPN 38 Pekanbaru sendiri, Senin (11/11) mendapatkan kunjungan dari banyak pihak yang me­rasa prihatin terjadinya kasus perundungan di sekolah. Di antaranya dari Disdik Pekanbaru, DPR RI, DPRD Provinsi Riau, DPRD Kota Pekanbaru, LPMP sebagai perpanjangan tangan dari kementerian dan juga dari Polda. 

"Kejadian ini sangat kita sayangkan. Mudah-mudahan ke depan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi," ujar Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal, kemarin.

Jamal mengaku menyesalkan persitiwa ini mengingat di sekolah ada program sekolah ramah anak dan sekolah sahabat keluarga. "Kalau sudah punya program ramah anak berarti tidak ada kekerasan lagi. Aman bagi anak. Berarti dengan kejadian ini ada kecolongan dari sekolah. Dan ada juga program sekolah sahabat keluarga," tuturnya. 

Jamal juga menegaskan, apapun kejadian di dalam sekolah, itu tanggung jawab pihak sekolah. Apalagi kejadian tersebut terjadi di dalam kelas.

Diceritakan Jamal, berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, guru kelas mengaku tidak tahu kejadian perundungan tersebut. Baru tahu kejadiannya setelah pergantian guru berikutnya ada sekitar setengah jam. Korban bully sendiri tidak berdarah hidungnya. Tetapi tulang hidungnya bergeser.

"Jadi, yang tahu itu wali kelas setelah pergantian jam pelajaran. Jadi murid tidak memberitahu dan dia (korban, red) tidak mengadu. Cukup payah juga mengorek informasinya dari siswa tersebut. Setelah dikumpulkan kedua orang tua itu, hasil keputusan membawa korban ke rumah sakit. Jadi kalau dibilang dibiarkan, terserah kalian (wartawan, red) yang menilainya seperti apa," kata Jamal ke media.

Ia juga mengungkapkan kalau si pelaku bully usianya sudah 16 tahun. "Tidak wajar lagi umur 16 tahun masih duduk di kelas 2 SMP. Jadi, kalau pelaku ini nanti perlu perhatian khusus juga. Nanti akan kami pindahkan ke sekolah khusus pula. Akan kami lihat dari hasil assessment yang akan dilakukan," ungkap Jamal. (dof/*4/gus/*3/yls)

Laporan Tim Riau Pos, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

24 menit ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 jam ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 jam ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

2 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

2 jam ago

Petani Diserang Beruang Madu Saat Bekerja, Terluka Parah dan Dilarikan ke RSUD Selasih

Petani di Pelalawan diduga diserang beruang madu saat menyadap karet. Korban terluka parah dan dirawat…

5 jam ago