Categories: Indragiri Hilir

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO)Teror monyet liar di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini tidak hanya mengancam warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Rabu (5/8), seekor monyet yang diduga menjadi pelaku serangkaian serangan terhadap warga terlihat berada di sekitar SDN 032 Tembilahan, Jalan Swarna Bumi.

Kemunculan satwa liar tersebut langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa yang melihat monyet itu tampak ketakutan, sementara para guru berupaya menenangkan peserta didik dan mengarahkan mereka tetap berada di lokasi yang aman.

Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Orang tua siswa kemudian dihubungi dan diminta segera datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka.

Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran terhadap keselamatan siswa. Dalam hampir dua pekan terakhir, sedikitnya 17 warga di berbagai titik Kecamatan Tembilahan menjadi korban gigitan monyet liar. Korbannya terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa yang diserang secara tiba-tiba saat beraktivitas di sekitar rumah maupun di jalan lingkungan.

Meski tidak ada serangan yang terjadi di SDN 032 Tembilahan, kemunculan monyet di sekitar sekolah dinilai cukup membahayakan sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

Sebagai langkah antisipasi, sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak akan menerapkan pembelajaran secara daring selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi Pemerintah Kecamatan Tembilahan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, kepala satuan pendidikan, komite sekolah, koordinator wilayah pendidikan, dan unsur terkait di Aula SMP Negeri 1 Tembilahan, Rabu (5/8).

Camat Tembilahan, Ari Syuria, mengatakan kebijakan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan. Menurutnya, serangan monyet liar yang terjadi di sejumlah lokasi telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua terhadap keselamatan anak saat berangkat maupun pulang sekolah.

“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Karena itu kami bersama seluruh pihak sepakat menerapkan pembelajaran daring selama tiga hari sebagai langkah antisipasi hingga situasi benar-benar aman,” ujarnya.

Selama kebijakan tersebut berlaku, sekolah tetap diminta melaksanakan proses belajar mengajar secara daring agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.

Memasuki pekan kedua teror monyet liar, fokus penanganan kini mulai bergeser. Jika sebelumnya tim gabungan lebih menitikberatkan pencarian, kini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama instansi terkait mengkaji penyebab satwa itu menjadi agresif sekaligus memetakan pola serangan dan pergerakannya agar proses penangkapan lebih efektif.

Perwakilan BBKSDA Riau, Bambang S, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai informasi dari saksi, korban, dan hasil pengamatan di lapangan untuk mengetahui penyebab monyet tersebut berulang kali menyerang warga.

“Kami masih mengidentifikasi penyebabnya. Semua informasi di lapangan kami kumpulkan sebagai dasar menentukan metode penanganan dan penangkapan yang paling efektif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, menyebut hasil identifikasi sementara menunjukkan pelaku penyerangan diduga hanya seekor monyet. Bersama BBKSDA, petugas kini mempelajari pola pergerakan, kebiasaan makan dan minum, serta perilaku satwa tersebut.

Dari hasil kajian sementara, tim menemukan bahwa monyet cenderung menyerang saat korban sedang sendirian atau lengah. Sebagian besar korban diserang ketika berada di lingkungan rumah, seperti di teras, dapur, halaman, bahkan di dalam rumah. (*2/ali)

Redaksi

Recent Posts

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

10 menit ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

48 menit ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

2 jam ago

Petani Diserang Beruang Madu Saat Bekerja, Terluka Parah dan Dilarikan ke RSUD Selasih

Petani di Pelalawan diduga diserang beruang madu saat menyadap karet. Korban terluka parah dan dirawat…

5 jam ago

Dua Warga Kembali Diserang, Monyet Liar di Tembilahan Belum Berhasil Ditangkap

Monyet liar yang menyerang warga di Tembilahan belum tertangkap. Korban bertambah menjadi 17 orang, tim…

5 jam ago