water-bombing
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pembukaan lahan kosong dengan cara dibakar yang ada di dekat rumah Ratna membuat kawasan tersebut menjadi pantauan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau. Kebakaran lahan itu menjadi salah satu titik panas yang terdeteksi oleh BMKG.
Bahkan, oknum pelaku pembakaran lahan kosong tersebut tampak meninggalkan lahan yang sudah terbakar sehingga kobaran api semakin dekat dengan permukiman warga sekitar.
Tak lama kemudian, sebuah helikopter pun datang membawa air ratusan kubik dan menjatuhkannya ke lokasi lahan yang terbakar.
Hantaman air itu untuk memadamkan api yang terus mengeluarkan asap tebal.
Ratna yang saat itu tengah tertidur pulas di dalam rumah, sontak dibuat kaget dengan suara ledakan water bombing yang diturunkan oleh petugas dari atas helikopter.
Duarr… Duar..
Suara tersebut sontak membawa Ratna keluar rumah. Ia pun lantas berteriak meminta tolong karena merasa ketakutan. Namun sesampainya di luar sejumlah warga sudah berkumpul di dekat rumahnya untuk menyaksikan proses pemadaman api tersebut.
"Tolong…! Tolong…! Ada bom!" teriak Ratna.
Melihat tingkat Ratna yang panik, warga yang sedang ramai berkumpul pun tertawa.
"Oalah…. Ratna… Sudah jelas suara air yang dijatuhkan dari atas, malah dibilang bom. Ngigau ya?" celetuk seorang warga disambut tawa warga lainnya.(ayi)
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…