Warga memilih tas yang akan dibeli di salah satu toko tas Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Kamis (11/7/2024). Penjualan tas jelang masuk sekolah mengalami peningkatan. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jelang tahun ajaran baru, masyarakat di Kota Pekanbaru mulai berbondong-bondong mencari perlengkapan sekolah untuk keperluan sekolah putra-putri mereka. Salah satu yang paling dicari adalah tas sekolah.
Pantauan Riau Pos di salah satu lokasi penjualan tas di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Senapelan terlihat banyak orang tua calon siswa baru yang membeli tas sekolah anak.
Pasalnya, yang ditawarkan oleh para pedagang penjual tas bukan hanya karena harganya yang relatif terjangkau melainkan banyak model tas yang lucu dan berkualitas sehingga bisa bertahan lama saat digunakan.
Salah seorang pembeli Wanda mengaku sengaja membeli tas sekolah di lokasi tersebut lantaran ingin melihat langsung tas yang akan digunakan untuk sekolah putranya.
Menurutnya harga yang ditawarkan oleh pedagang tas di Kota Pekanbaru cukup terjangkau dan memiliki kualitas yang tak kalah dari tas online.
”Saya lebih suka belanja langsung ke toko karena bisa nawar langsung biar harganya juga lebih murah,” ucapnya.
Putra, penjual tas di Jalan Ahmad Yani kepada Riau Pos mengaku pascapandemi Covid-19 penjualan tas sekolah di Kota Pekanbaru juga mengalami peningkatan hingga 80 persen.
Hal ini lantaran banyak masyarakat yang lebih senang berbelanja secara langsung karena ingin melihat kualitas produk yang dijual.
”Peningkatan penjualan sudah naik, kalau tahun dulu hanya 50 persen sekarang bisa sampai 80 persen,” ucapnya.
Untuk penjualan sendiri dalam sehari ia bisa menghabiskan 500 tas selama jelang tahun ajaran baru ini. Kebanyakan masyarakat menyukai model tas seperti karakter anak dan juga tas ransel untuk anak sekolah.
Untuk harganya sendiri dimulai dari Rp50.000 hingga Rp300.000 per pcs, tergantung kualitas dan model tas yang diinginkan.
”Kebanyakan yang beli itu luar daerah seperti Kerinci, Perawang, Kampar, Dumai untuk penjualan grosir tapi kalau eceran tetap masih diminati oleh warga Pekanbaru sendiri,” ujarnya.(ayi)
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…