Categories: Pekanbaru

Tempat Rapid Test Ilegal Menjamur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – DIJADIKANNYA hasil rapid test antigen sebagai syarat untuk bepergian, membuat tempat layanan rapid test antigen menjamur di Kota Pekanbaru. Kebanyakan di antaranya diduga tidak memiliki izin alias ilegal.

Tempat layanan rapid test antigen ini terletak di sejumlah ruas jalan protokol Pekanbaru. Seperti di di Jalan Soebrantas, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Tuanku Tambusai.

Banyak di antaranya hanya terbuat dari tenda seadanya di depan atau halaman toko. Juga ada di sejumlah bangunan toko dan perumahan. Tak jarang mereka juga menawarkan harga khusus dalam layanan tes Covid-19 guna menarik masyarakat yang ingin melakukan tes kesehatan dari Covid-19.

"(Lokasi, red) rapid antigen itu banyak yang tidak ada izin. Hanya beberapa yang ada izin,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dr Arnaldo Eka Putra, Ahad (11/7).

Pihaknya mendata banyak di antara tempat pemeriksaan rapid test antigen tersebut yang tidak mengantongi izin dari Dinas Kesehatan. Karena itu pula peluang untuk terbitnya surat keterangan palsu juga akan ada. Menurutnya, tempat pemeriksaan rapid test antigen tersebut hanya spontan membaca peluang pasar. Apalagi keperluan masyarakat akan surat tersebut sangat tinggi.

"Terutama bagi mereka yang akan bepergian. Kami khawatir rapid antigennya palsu, kadang surat keterangannya juga palsu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Arnaldo, razia juga perlu dilakukan guna menertibkan oknum yang memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai lahan bisnis.

"Sekarang kan (lokasi rapid test antigen, red) tumbuh seperti jamur. Di mana ada peluang pemasukan, mereka datang dan menjalankan usaha meski tidak ada izin,” jelasnya. 

Warga Khawatir Tak Higienis

Sementara itu, menjamurnya tempat rapid test antigen di pinggir-pinggir jalan ini juga menimbulkan kekhawatiran di hati masyarakat. Banyak yang meragukan kebersihan tempat dan alat serta keaslian alat yang dipakai dan juga surat keterangan hasil tes yang diberikan.

Julita, salah seorang warga mengaku khawatir dengan semakin menjamurnya layanan test Covid-19 tersebut. Apalagi, setiap layanan test tidak menampilkan izin dari dinas terkait yang dapat memastikan keaslian dan kehigienisan alat tes mereka.

"Kalau waktu awal dulu kan kami kalau mau tes Covid-19 harus di rumah sakit. Kalau sekarang banyak layanan di pinggir jalan itu. Cuma sedikit ragu saja dengan higienis-nya karena mereka kan beroperasi di pinggir Jalan, " Ucapnya

Ia berharap pihak terkait dapat segera memastikan keberadaan layanan rapid test antigen yang ada di pinggir jalan tersebut aman dan legal agar masyarakat tidak menjadi korban.(ali/ayi/yls)

Laporan M ALI NURMAN dan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

3 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

3 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

3 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

3 jam ago