Categories: Pekanbaru

Festival Kopi Nasional, Dorong UMKM Berstandar SNI

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Puluhan pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pekanbaru, antusias mengikuti Festival Kopi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam rangka Hari Kopi Nasional, yang ditaja oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) Riau, di UKM Hub (Kafe Tiktok) Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu (11/3).

Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Riau, Daya Aruna Bratajaya menjelaskan, kegiatan ini untuk memperingati Hari Kopi Nasional. Sempena itu juga, pihaknya mendorong pelaku UMKM di bumi Melayu tersebut agar produknya berstandar SNI.

"Kenapa harus SNI? Karena dengan SNI setidaknya UMKM kita punya nilai tambah. Konsumen sekarang sudah cerdas, bukan cuma harga yang dilihat, tapi kualitas. Penerapan SNI sendiri yaitu untuk penerapan kualitas. Penerapannya sukarela, boleh iya boleh tidak. Tapi kalau miliki SNI, tentu lebih baik," ujar Daya Aruna, dalam talk show tersebut.

Dia menjelaskan, dengan standarisasi SNI tentunya membuat mutu barang tersebut menjadi meningkat, terutama bagi pelaku UMKM. Sedangkan dalam pengurusan SNI, persyaratan yang paling mendasar adalah legalitas usaha. Khusus produk pangan, paling tidak adalah merk dan nomor registrasi.  "Dengan itu maka bisa diurus untuk standarisasi SNI-nya," ujarnya.

Selain itu, dalam talk show itu juga hadir beberapa usahawan yang sukses meniti karir di dunia UMKM. Mereka juga berbagi tips dan pengalaman selama berwirausaha, terutama setelah mengantongi label SNI tersebut.

Ada, Sunarno seorang UKM Kopi ber SNI Tunggu Tubang dari Palembang, dan Hani seorang pengusaha bakso ikan ber-SNI Shanaya asal Pekanbaru. Selain itu ada juga Sri Rujiati, Kasi Pelayanan dan Pengembangan Teknologi UPT Industri Olahan Pangan dan Kemasan Pekanbaru sebagai pembicara. Masing-masing mereka berbagi pengalaman dan kisah suksesnya.

Seperti Hani, usaha bakso ikannya tersebut merupakan yang pertama kali berstandar SNI di pulau Sumatera. Awalnya pada tahun 2009, dirinya meniti usahanya tersebut dari nol, hingga terbilang sukses sampai saat ini.

"SNI tersebut menambah nilai dan kualitas produk. Susah gak sih dapatkan standarisasi SNI itu? Kalau kita tak punya komitmen ya tentu susah. Tapi kalau kita miliki komitmen itu, tidak ada yang susah," tuturnya.

Makanya, Dia pun mengajak para pegiat UMKM yang hadir tersebut untuk meningkatkan kualias produk dan mutu. Salah satunya lewat standarisasi ini. "Jadilah UMKM yang berkelas dan UMKM yang naik kelas," ajaknya.(*1)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

1 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

1 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

1 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

1 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago